SUARA CIANJUR - Polusi udara di wilayah Jabodetabek telah menjadi isu yang mendapat perhatian luas, mengingat dampak kesehatan yang merugikan bagi penduduk serta ancaman terhadap kualitas lingkungan secara keseluruhan.
Gangguan pernapasan, masalah kardiovaskular, dan risiko lainnya semakin meningkat seiring dengan peningkatan tingkat polutan di udara.
Permasalahan polusi udara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat.
Kerja sama yang kuat dan koordinasi yang baik di antara berbagai pihak adalah langkah penting dalam mengatasi tantangan lingkungan yang semakin mengancam kesehatan dan keberlanjutan kota.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi polusi udara yang semakin memburuk di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Menurut Sandiaga, bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri mengalami masalah batuk-batuk selama beberapa waktu terakhir akibat dampak buruk dari polusi udara yang melanda wilayah tersebut.
Sandiaga Uno menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah meminta agar ada solusi konkret dalam waktu satu minggu untuk mengatasi krisis polusi udara yang semakin serius di ibu kota.
Dalam perkembangan yang mengkhawatirkan ini, Presiden menyoroti urgensi langkah-langkah tegas dalam menangani masalah lingkungan yang semakin mendesak.
"Presiden minta dalam waktu satu minggu ini ada langkah konkret karena Presiden sendiri sudah batuk, katanya sudah hampir 4 minggu beliau belum pernah merasakan seperti ini," ujar Sandiaga Uno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (14/8/2023). (*)