SUARA CIANJUR - Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, mengungkapkan bahwa mengambil keputusan untuk mempromosikan pemain muda ke dalam tim senior adalah dilema yang cukup rumit.
Belajar dari pengalamannya, ia mencatat bahwa pemain-pemain muda yang dipromosikan cenderung lebih sering bermain untuk timnas kelompok umur daripada di klub mereka.
Dikutip dari akun @liga1hub Minggu (24/9/2023), dalam pernyataannya, Doll merenungkan, "Kenapa tidak? (mengambil pemain akademi)."
Namun, ia segera menambahkan, "Tapi biasanya jika saya ambil pemain muda, mereka akan lebih banyak bermain untuk timnas, bukan dengan tim saya, memang tidak mudah."
Dilema ini menunjukkan konflik kepentingan yang ada antara klub dan timnas. Pemain muda sering kali memiliki potensi besar dan dapat memberikan kontribusi berharga bagi tim senior.
Namun mereka juga menjadi pilihan utama untuk timnas kelompok umur yang berusaha meraih prestasi di tingkat internasional.
Keputusan untuk mempromosikan pemain muda ke tim senior tidak hanya memengaruhi perkembangan mereka sebagai pemain, tetapi juga menggambarkan komitmen klub terhadap pembinaan pemain muda.
Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi pelatih seperti Doll yang harus menjaga keseimbangan antara mengembangkan bakat-bakat muda dan mencapai sukses kompetitif di tingkat klub. (*)
Baca Juga: Ingin Keluar dari Tren Buruk, Persija Jakarta Lakukan Hal Ini Bersama Jakmania