SUARA CIANJUR - Kabupaten Cianjur kembali menjadi sorotan nasional setelah terjadi peristiwa adu jago antar pelajar di Kecamatan Sindangbarang.
Kejadian ini melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang diketahui berperan sebagai peserta dalam perkelahian, serta siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diduga menjadi "wasit" dalam aksi baku hantam tersebut.
Video peristiwa ini sempat menjadi viral di media sosial dengan durasi satu menit satu detik. Terhadap kejadian ini, Polsek Sindangbarang langsung memberikan keterangan.
"Kejadiannya hari senin, cuma hari selasa mulai tersebar di medsos, 15 pelajar SMP dan 2 pelajar SMA," kata IPTU Dadang, dikutip dari laman Radar Cianjur, Jumat (6/10/2023).
Peristiwa ini menyebabkan kekhawatiran dan keprihatinan yang mendalam di kalangan masyarakat Cianjur dan seluruh Indonesia. Tidak hanya merupakan pelanggaran serius terhadap aturan sekolah, tetapi juga menunjukkan bahwa ada masalah yang perlu segera ditangani dalam pendidikan di daerah ini.
Untuk mengantisipasi kejadian ini berulang, Pihak sekolah harus meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya menyelesaikan konflik secara damai dan menghindari kekerasan. Pelajaran tentang penyelesaian konflik secara non-kekerasan harus diintegrasikan dalam kurikulum.
Kemudian, Orangtua memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak mereka. Mereka harus memberikan pemahaman tentang nilai-nilai positif, toleransi, dan mengajarkan anak-anak mereka cara berperilaku yang baik.