SUARA CIANJUR – Status tuan rumah Piala Dunia 2034 masih ramai diperebutkan. Berbagai negara mengajukan diri, termasuk Indonesia, yang kabarnya akan mengajukan tuan rumah bersama dengan Australia.
Namun, kabar ini mendapat sindiran dari media Australia, Sydney Morning Herald (SMH) yang mengkritik soal tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, tragedi ini telah mencoreng nama Indonesia dimata dunia. Jika mengajukan bersama, maka Australia dinilai akan sulit mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah.
"Ketika fans tim asal Indonesia, Arema FC, menyerbu lapangan setelah kalah dari rival nya Persebaya Surabaya dan memicu bencana Stadion sepak bola terburuk setelah hampir 60 tahun, membunuh 135 orang, dampaknya terasa di seluruh dunia," ujar SMH, dikutip dari laman instagram @timnasbolaa, Kamis (12/10/2023).
Bahkan, akibat hal ini, Australisa lebih memilih Malaysia untuk menjadi tuan rumah bersama.
Meski demikian, nampaknya Indonesia tak patah arang. Kabarnya Ketua Umum PSSI, Erick Thohir masih melakukan proses diskusi dengan Australia.
"Kami sedang berdiskusi dengan Australia. Ketika saya mengunjungi Malaysia dan Singapura, keduanya menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dengan Indonesia dan Australia," ujar Erick Thohir, dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (12/10/2023).
Adapun FIFA telah menetapkan tenggat waktu hingga 30 Oktober 2023 untuk mengajukan permohonan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. (*)