Deli.Suara.com - Penjualan hewan ternak kambing menjelang Hari Raya Idul Adha mengalami kenaikan mencapai 50 persen.
Salah seorang penjual kambing di Medan Sunggal, Fitrah menyampaikan kenaikan penjualan kambing ini dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang telah terkendali.
Ditambah lagi adanya isu wabah penyakit dan mulut (PMK) yang menyerang ternak sapi, membuat sebagian masyarakat lebih memilih kambing.
"Alhamdulillah, mengalami peningkatan penjualan pada kambing naik 50 persen dari tahun kemarin. Ini tak lepas dari covid yang mulai hilang dan terimbas positif dari isu PMK," katanya, Sabtu (9/7/2022).
Fitrah meyakini puncak penjualan kambing berlangsung pada H-1 Hari Raya Idul Fitri tepatnya, Sabtu (9/7/2022).
"Kemungkinan puncak daya beli kambing hari ini, karena kebiasaannya pelanggan membeli H-1. Sebab, mereka tak mau berlama-lama di tempat pemotongan seperti di masjid," ujarnya.
Indrawati, salah seorang penjual kambing di Jalan Haji Adam Malik mengatakan, peningkatan pembeli mencapai sekitar 40 hingga 50 persen.
"Biasanya harga naik 30 persen, untuk kambing jenis biasa Rp 2,5 juta, kalau etawa itu paling murah Rp 4 jutaan," tukasnya.
Baca Juga: Cara Mengenali Hewan Ternak yang Terserang Penyakit PMK