Deli.suara.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi menguat 48 poin. Penguatan ini sebesar 0,31 persen ke posisi Rp15.200 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.248 per dolar AS.
Dilansir dari Bloomberg, hingga pukul 09.30 WIB, kurs rupiah masih menguat kendati levelnya menurun menjadi Rp15.217 per dolar AS atau menguat 30 poin (0,2 persen).
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa, 4 Oktober 2022, kurs rupiah menguat pada level Rp15.247 per dolar AS.
Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra menilai, kurs rupiah berpeluang besar mengalami penguatan seharian.
Hal tersebut sebagai imbas dari konsolidasi mata uang dolar AS akibat pelemahan data ekonomi Negeri Paman Sam.
"Hasil survei aktivitas manufaktur AS bulan September yang menurun beberapa waktu lalu memicu ekspektasi bahwa Bank Sentral AS akan mempertimbangkan mengerem kenaikan suku bunga acuan AS," ujar Ariston kepada IDN Times, Rabu pagi.
Kendati begitu, penguatan kurs rupiah juga kemungkinan besar tertahan lantaran perlambatan ekonomi yang terjadi di dalam negeri.
"Kekhawatiran pasar mengenai perlambatan ekonomi dalam negeri karena kenaikan inflasi dan suku bunga tinggi bisa menahan penguatan rupiah," kata Ariston.
Atas dasar faktor-faktor tersebut, Ariston memproyeksikan kurs rupiah bisa ditutup menguat pada akhir perdagangan sore nanti.
"Rupiah masih berpeluang menguat ke kisaran Rp15.200 dengan potensi resisten di kisaran Rp15.280," ujar dia. [VAB]
Baca Juga: Kamera Xiaomi 12T Pro Tak Bawa Nama Leica, Kenapa?