Penunjukan Ganjar Pranowo menjadi bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bergulir menjadi isu panas. sebab disinyalir ada transaksi yang terjadi di istana.
Hal tersebut yang kemudian menjadi sorotan pengamat politik Rocky Gerung dan pegiat antikorupsi Novel Baswedan dalam podcast YouTube Bambang Widjojanto.
Dalam perbincangan bertema 'Pertarungan 2 Banteng Queenmaker vs Kingmaker?' Mengemuka adanya transaksi yang terjadi di Istana yang disebut-sebut untuk menekan Ganjar agar tidak melakukan beberapa hal termasuk tidak ikut campur urusan partai dan wewenang penempatan jabatan di kementerian.
Menanggapi hal tersebut, Rocky menyebut bahwa seorang presiden seharusnya memiliki kemewahan kekuasaan arah kabinet. Namun melihat fakta bahwa sejak awal Ganjar seolah terkekang, ia menilai Ganjar tak lebih sebagai komoditas.
"Kan begitu dia jadi calon presiden dia punya kemewahan untuk menentukan arah kabinet atau calon wakil presiden. Sekarang akhirnya orang harus rumuskan bahwa ganjar akhirnya jadi komoditas aja itu, karena nggak ada komoditas lain jadi Ganjar dipakai di situ," ungkap Rocky melalui kanal Youtube Bambang Widjojanto.
"Jadi kelihatannya Ganjar akan jadi mainan dia bukan lagi orang dia jadi barang aja itu kan diatur-atur kan. Jadi dari awal kita lihat, di mana presidensiality-nya kalau dari awal dia udah dipesankan hanya boleh ini hanya boleh itu," katanya.
Rocky menyebut, transaksi pragmatis ini dapat menghilangkan nilai-nilai tertentu. Ia menilai bahwa Ganjar saat ini hanya menjadi tempat untuk para calo menitipkan kepentingan mereka.
"Jadi yang kita sebut sebagai kemewahan politik atau kemuliaan politik hilang di dalam transaksi yang sangat pragmatis kan. Ya kita nggak mungkin lagi melihat ooh, Ganjar itu betul-betul seseorang yang punya integritas, udah gak ada," kata Rocky.
"Ganjar akhirnya tempat para calo menitipkan kepentingan" lanjutnya.
Baca Juga: Rugikan Ganjar, Relawan Minta Megawati Cs Tak Lagi Pakai Istilah 'Petugas Partai'
Sementara itu, Novel Baswedan juga menyatakan jika kondisi politik saat ini sudah sedemikian transaksional maka selanjutnya adalah terjadinya praktik korupsi.
"Memang kalau kita melihat ya kalau kemudian politiknya sudah sedemikian transaksional ujung-ujungnya adalah praktik korupsi setelah itu," kata Novel yang kemudian disetujui oleh Rocky Gerung.
"Dan kita khawatir kalau itu kemudian terus terus menerus dilakukan dan tidak ada kontrol yang lebih kuat untuk menghentikan atau paling tidak mengurangi itu makanya kita akan melihat ke depan korupsi semakin besar," katanya.