Baru-baru ini, beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang wasit asal Jawa Tengah yang diduga menjadi korban pungutan liar (pungli) saat menjalani seleksi wasit untuk Liga Indonesia, baik kasta pertama atau kedua.
Rekaman percakapan telepon itu diunggah oleh akun Instagram @forumwasitindonesia pada Senin (10/7/2023).
Dalam rekaman percakapan tersebut, seorang wasit yang mengikuti seleksi wasit di Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa dirinya dimintai sejumlah uang oleh salah satu anggota koordinator penyelenggara seleksi.
"Nah Jawa Tengah kan kemaren yang tak sampaikan toh kemarin itu ada yang iuran, saya juga iuran," ungkap wasit tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa uang yang dikumpulkan tersebut akan dikembalikan lagi apabila peserta tersebut tidak lolos dalam seleksi.
Namun informasi yang dirinya ketahui uang milik beberapa peserta yang tak lolos seleksi belum dikembalikan.
"Katanya kalau nggak lulus itu dikembalikan gitu loh, terus ada yang beberapa yang dikembalikan, mungkin ada yang belom. Mungkin loh aku nggak tau ya, yang gak lulus Jawa Tengah untuk Liga 2 itu ada dua orang Liga 1 itu ada tiga orang, yang dua orang dikembalikan yang empat orang itu belum tau," katanya.
Kabarnya uang yang diminta tiap peserta sebesar Rp 500 ribu itu sebagai transaksi jual beli bocoran soal dan kunci jawaban Tes LOTG. Sementara paket Rp 1 Juta untuk membantu lolos Tes Fisik dan Tes LOTG.
Sebagai informasi, tes dalam seleksi wasit terdiri dari tiga kategori yakni Tes Fisik dengan bobot nilai 60, Tes Law of The Games (LOTG) dengan bobot nilai 20, sementara Tes Video dengan bobot nilai 20.
Temuan pungutan liar pada seleksi wasit Liga 1 dan 2 itu lantas membuat netizen geram. Pasalnya, bukan satu kali kasus serupa terjadi, bahkan sudah mendapat peringatan dari Ketua Umum PSSI sendiri.
"Ini baru secuil dari beberapa kasus yang akan diungkap, istilahnya ini kasus tumbal dari beberapa kasus printilan yang lain. Tapi better lah dikit-dikit tabir mulai terbuka" komen salah satu warganet.
"Udah kena pungli, ehh nggak lulus juga, duitnya nggak dibalikin hilang ditelan bumi," tulis akun lain.
Tak jarang netizen meminta Ketum PSSI mengusut kasus tersebut sampai tuntas.
"Pak Erick mana janjinya? Ayo sikat pak," tulis akun lainnya.