Nama besar klub elite Liga Super Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT) setidaknya menjadi jaminan kualitas kumpulan tersebut di tingkat Asia. Dalam pemeringkatan klub-klub Asia, JDT kini berada di jajaran elite 20 klub papan atas di Benua Kuning.
Berdasarkan pemeringkatan klub di Asia yang dirilis Opta Analyst dalam seminggu terakhir, JDT berada di posisi 16 untuk kawasan Asia atau peringkat pertama di Asia Tenggara.
Sedangkan klub Buriram United yang di peringkat Asia berada di posisi 40 berada di posisi kedua klub berkualitas di Asia Tenggara.
Kemudian untuk klub papan atas Liga 1 Indonesia seperti PSM Makassar, Bali United dan Persija, peringkatnya jauh berada dua klub tersebut.
Berdasarkan pemeringkatan yang dilansir Opta Analyst, PSM Makassar berada di posisi 258 Asia, kemudian Bali United berada di posisi 286. Adapun Persija Jakarta menempati posisi 320.
Tentunya dari pemeringkatan klasemen tersebut tidak perlu heran, jika klub-klub elit Liga 1 Indonesia belum mampu berbuat banyak di Liga Champions Asia. Seperti yang terjadi pada Bali United, Rabu (16/8/2023).
Bali United Kalah Telak
Bali United harus menerima kekalahan pahit dari Lee Man FC dengan skor 5-1. Pelatih Bali United Stefano Cugurra mengklaim jalannya pertandingan berlangsung ketat.
"Pertandingan berlangsung ketat, tetapi dua wingers asal Brasil tampil sangat bagus," kata Teco, sapaan Stefano Cugurra, seperti dikutip dari laman rsmi Bali United, Kamis (17/8/2023).
Baca Juga: Apakah Liga Hong Kong di Atas Liga Indonesia Jadi Penyebab Bali United Dihancurkan Lee Man FC?
Teco pun mengaku bahwa timnya kalah kualitas dengan klub Liga Hongkong tersebut.
"Mereka memberikan ancaman serangan dan juga bertahan. Saya pikir tim tuan rumah tampil dengan kualitas lebih baik dari kami."
Untuk diketahui, menurut peringkat yang dirilis Opta Analyst, Lee Man FC sendiri saat ini berada di posisi 197 Asia.