Timnas Indonesia U-23 baru saja meraih kemenangan besar dengan skor 9-0 dalam pertandingan melawan Chinese Taipei U-23.
Namun, keberhasilan ini tidak membuat pelatih Shin Tae-yong lengah, karena ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki menjelang laga penting mereka melawan Turkmenistan U-23.
Turkmenistan hanya perlu hasil seri untuk memastikan tempat mereka di Qatar.
Berikut ini masukan untuk Shin Tae-yong soal kekurangan pemain Timnas Indonesia U-23:
1. Ketepatan Umpan Adalah Kunci
Meskipun dominan sepanjang pertandingan, Timnas Indonesia U-23 menghadapi tantangan dalam ketepatan umpan mereka di babak kedua. Saat pertandingan mencapai menit ke-70, Timnas Indonesia U-23 sudah unggul 7-0, namun beberapa pemain mulai melakukan umpan-umpan yang tidak akurat, mengakibatkan kehilangan peluang berharga.
Salah satu insiden yang mencolok adalah ketika Arkhan Fikri mencoba umpan backheel yang tidak berhasil kepada Rio Fahmi. Kesalahan semacam ini sebaiknya dihindari di level sepak bola yang lebih tinggi. Shin Tae-yong akan perlu bekerja lebih keras dengan timnya untuk meningkatkan ketepatan umpan mereka menjelang laga penting melawan Turkmenistan U-23.
2. Latihan Penalti yang Lebih Intensif Diperlukan
Timnas Indonesia U-23 memiliki kesempatan untuk mencetak gol ke-10 melalui tendangan penalti yang diberikan menjelang akhir babak kedua. Sayangnya, eksekusi penalti Rafael Struick kurang berhasil, karena tendangan tersebut tidak hanya gagal mengelabui kiper, tetapi juga kurang tenaga.
Baca Juga: Shin Tae-yong Waspadai Sosok Nomor 11 Pencetak Hattrick Turkmenistan: Mereka Istirahat Lebih Lama
Untuk memastikan mereka siap untuk situasi serupa di masa depan, tim harus melakukan latihan adu penalti yang lebih intensif. Meningkatkan kemampuan dalam mengambil tendangan penalti adalah langkah yang sangat penting untuk menjadi lebih kompetitif di level internasional.
3. Menjaga Keseimbangan Antara Percaya Diri dan Kehati-hatian
Timnas Indonesia U-23 menunjukkan tingkat percaya diri yang tinggi saat menghadapi Chinese Taipei, tetapi terkadang terlalu percaya diri dapat menjadi bumerang.
Terlalu percaya diri dapat terlihat saat beberapa pemain mencoba untuk melakukan dribel melewati lawan di lini tengah, seperti yang dilakukan Ivar Jenner di babak pertama.
Kesalahan semacam ini bisa berakibat fatal jika menghadapi tim yang lebih kuat. Demikian juga, saat Rio Fahmi mencoba melewati beberapa pemain lawan, beruntung wasit memanggil pelanggaran.
Oleh karena itu, tim perlu menjaga keseimbangan antara percaya diri dan kehati-hatian dalam setiap pertandingan mereka.