Siapa Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani, sosok crazy rich muslim yang sedang ramai jadi perbincangan para penggemar sepak bola. Berikut adalah profil Sheikh Jassim, miliarder muslim yang batal jadi pemilik baru Manchester United. Fans Man United saat ini mungkin sedang kecewa.
Sebab Keluarga Glazer kembali batal menjual klub berjuluk Setan Merah tersebut kepada manajemen yang baru. Padahal, mereka sudah mendapatkan tawaran menggiurkan dari crazy rich muslim bernama Sheikh Jassim.
Dilansir dari Daily Mail, alasan pertama mengapa Keluarga Glazer menolak tawaran Sheikh Jassim karena faktor valuasi.
Pengusaha asal Amerika Serikat itu menginginkan sekitar 6 miliar pounds untuk Manchester United. Namun Sheikh Jassim hanya menawar di kisaran 5 miliar pounds.
Baru-baru ini Sheikh Jassim menaikkan tawaran mereka, namun angka itu dikabarkan masih terlalu kecil. Alhasil Keluarga Glazer menolak tawaran tersebut.
Tentu saja kabar ini membuat geger Twitter lantaran menurut penggemar, Manchester United tak berkembang di bawah keluarga Glazer. Pengusaha AS itu hanya menjadikan MU bahan bisnis dan dianggap tidak terlalu memperdulikan kualitas pemainnya.
Mengacu pada alasan tersebut, banyak orang yang saat ini penasaran dengan profil dan biodata Sheikh Jassim. Sebab menurut mereka Sheikh Jassim bisa membawa Man United berkibar lebih baik ketimbang Keluarga Glazer.
Mengapa demikian? hal tersebut tak jauh dari Sheikh Jassim yang merupakan fans berat Manchester United. Sebagai seorang penggemar, Sheikh Jassim tentu akan bekerja menggunakan hati.
Profil Sheikh Jassim
Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani merupakan putra dari mantan Perdana Menteri Qatar Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani. Miliarder muslim ini dikenal sebagai anggota keluarga kerajaan Qatar dan ketua Qatar Islamic Bank (QIB).
Sheikh Jassim merupakan pria kelahiran tahun 1982. Itu artinya pada tahun 2023 ini, Sheikh Jassim baru berusia 41 tahun.
Menurut laporan Forbes, kekayaan HBJ diperkirakan mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp17,84 triliun (asumsi kurs Rp14.867/US$).
Namun, orang-orang di Doha memperkirakan kekayaannya lebih dari nilai tersebut. HJB disebut terlibat dalam pembelian klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).
Sheikh Jassim dilaporkan menghabiskan sebagian masa muda di Inggris. Dia bersekolah di Dorset, Inggris, sebelum belajar di Akademi Militer Kerajaan Inggris di Sandhurst.
Setelah lulus dari akademi militer Jassim memiliki pangkat kadet perwira. Meski menjadi perwira, Sheikh Jassim memilih terjun ke dunia investasi sebagai anggota dewan di salah satu bank investasi terbesar dunia, Credit Suisse.