Hari ini, Jumat (20/11/2023) Google Doodle merayakan Papeda dengan mengubah tampilan halaman depan mesin pencari tersebut.
Google Doodle merayakan Papeda yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2015 silam.
Sebagai diketahui, Papeda merupakan bubur sagu yang menjadi salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia. Terutama Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua.
Papeda pada umumnya memiliki tekstur lembut namun lengket, serta memiliki rasa tawar. Sehingga jadi kegemaran masyarakat Indonesia Timur.
Menariknya, papeda sebagai bubur sagu digolongkan makanan yang baik untuk kesehatan sehingga populer di dunia.
Papeda dipercaya menjadi salah satu makanan yang kaya serat, rendah kolesterol namun tetap cukup memenuhi kebutuhan nutrisi.
Masyarakat Papua maupun Maluku kerap menyantap papeda ini disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui kunyit.
Perpaduan yang menarik gurihnya kuah kuning membuat papeda makin nikmat. Ditambah ikan sebagai pendampingnya.
Persebaran Papeda
Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Pamerkan Keindahan Danau Toba
Sagu menjadi bahan dasar dari berbagai makanan, terutama wilayah pesisir dan dataran rendah Papua. Dari sagu bakar, lempeng, sagu bola dan berbagai sajian lain.
Terutama masyarakat adat di Kabupaten Mappi, Asmat hingga Mimika, banyak menjadikan sagu ini sebagai olahan makanannya.
Namun Papeda awalnya jadi salah satu sajian berbahan sagu yang jarang ditemukan.
Antropolog sekaligus Ketua Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben, menyatakan bahwa papeda dikenal lebih luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari.
Namun seiring waktu popularitasnya meluas, membuat papeda banyak digemari di berbagai wilayah. Tidak terbatas di Papua saja, namun sampai Maluku dan daerah lain.
Memiliki sejarah yang panjang, Google Doodle merayakan Papeda sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.