SUARA DENPASAR - Hubungan seksual bukan sekadar aktivitas untuk menyalurkan hasrat atau libido semata. Ternyata, hubungan intim ini bisa menjadi salah satu perekat atau langgengnya hubungan pasangan suami istri.
Artinya, bila kebutuhan biologis ini tidak terpenuhi tentu akan berdampak buruk bagi pasangan tersebut. Dampak buruk itu tidak hanya dirasakan pasangan pria, tapi juga wanita.
Seperti dikutip dari saluran YouTube Body Care, berikut dampak yang ditimbulkan bila wanita jarang atau kurang berhubungan seksual.
Stres
Wanita yang kurang melakukan aktivitas seksual akan mengalami resiko stres yang lebih tinggi di bandingkan dengan mereka yang rutin mendapat jatah biologis dari pasangannya.
Sedih
Hubungan seksual yang ditandai dengan kontak fisik memicu pelepasan hormon oksitosin, yaitu hormon yang dapat memberi rasa nyaman, tenang, dan bahagia. Jika seseorang wanita tidak pernah atau kurang berhubungan seksual maka akan terlihat sedih.
Vagina Melemah
Umumnya terjadi jika wanita memasuki masa menopause karena hubungan seksual mulai berkurang. Ini ditandai dengan penipisan dinding Miss V dan menimbulkan rasa sakit saat melakukan aktivitas seksual.
Baca Juga: Detik-detik Tentara Wanita Angkatan Udara Hampir Pingsan
Jadi, sangat penting untuk menjaga frekuensi hubungan intim agar dinding Miss V tetap kuat.
Miss V Kering
Estrogen dalam tubuh wanita akan berkurang karena aktivitas seksual yang berkurang. Sehingga pelumasan pada vagina akan sulit terjadi dan kering saat berhubungan intim. Ini tentu akan menyakitkan bagi kaum wanita.
Menstruasi Menyakitkan
Dampak berkuranya frekuensi hubungan seksual memang sangat dirasakan bagi kaum wanita. Salah satu hal yang ditakutkan adalah memicu kram dan mengurangi rasa nyeri punggung saat menstruasi. Kondisi ini disebabkan karena Miss V jarang digunakan. ***