Suara Denpasar - I Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa tak hanya menerima aliran dana dari sang ayah, Dewa Ketut Puspaka.
Tapi, anak dari mantan Sekda Buleleng itu juga aktif meminta sejumlah uang atau dana kepada pihak PT. Titis Sampurna. Hal tersebut terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (8/9/2022).
Jaksa Penuntut Umum Agus Eko Purnomo dalam dakwaannya memaparkan, kasus ini memang berawal dari pembangunan terminal penerima dan distribusi LNG di Celukan Bawang.
Dimana untuk pengurusannya, saksi Dewa Puspaka-sang ayah menjadi "broker" izin penyewaan lahan Desa Adat Yeh Sanih di Kabupaten Buleleng yang pelaksanaannya dilakukan PT. Padma Energi, anak perusahaan PT. Titis Sampurna.
Dewa Puspaka, merekomendasikan agar PT. Padma Energi Indonesia menggunakan CV. Singajaya Konsultan dengan Direktur Made Sukawan Andika.
'Bahwa terkait dengan sewa lahan Desa Adat Yeh Sanih tersebut PT. Titis Sampurna sudah melakukan pembayaran kurang lebih sebesar Rp. 12.500.000.000 dengan cara ditransfer ke rekening saksi Made Sukawan Andika, Hasyim, Made Chandra Berata dan Terdakwa I Dewa Gede Rhadea Prabawa, SE., MBA," papar jaksa.
Bahwa atas pembayaran dari PT. Titis Sampurna terkait penyewaan lahan Desa Adat Yeh Sanih tersebut sebenarnya diterima oleh saksi Dewa Puspaka, MP. Namun sebelum diterima oleh saksi Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP., dana tersebut ditampung di rekening saksi
Saksi I Ketut Jeneng Kawi selaku Kelian Desa Adat Yeh Sanih, atas perintah Dewa Puspaka,, dana yang diterima saksi Made Sukawan Andika dari PT Titis Sampurna, ada yang ditransfer dari rekening Bank Mandiri atas nama Made Sukawan Adika nomor rekening 1450003007107 ke rekening Bank Mandiri Terdakwa I Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa, S.E.,M.BA. dengan nomor rekening 1450088210188 sebanyak 3 kali dengan jumlah keseluruhan Rp 170 juta.
Singkat kata, setelah adanya Adendum I Surat Perjanjian Sewa Lahan Desa Adat Yeh Sanih kemudian dilakukan lagi Perubahan Adendum I yang salah satu isinya yaitu saksi Made Sukawan Adika digantikan oleh terdakwa I Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa, S.E.,M.BA. sebagai pihak yang ditunjuk oleh saksi Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP.
Baca Juga: Kajati Bali Lantik Lima Pejabat Baru, Termasuk Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar dan Karangasem
Bahwa setelah Terdakwa menggantikan posisi saksi Made Sukawan Adika sebagai pihak dalam Surat Perjanjian Sewa Tanah Desa Adat Yeh Sanih, Terdakwa mulai melakukan komunikasi dengan saksi Devy Maharani yakni pada tanggal 1 Februari 2018 terdakwa I Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa, S.E.,M.BA. menghubungi Saksi Devy Maharani.
Dari sini terlihat komunikasi aktif Rhadea meminta kiriman sejumlah dana. Seperti termaktub dalam dakwaan jaksa. Ada sejumlah pesan WA di dari Rhadea ke saksi Devy.
“Selamat pagi Mbak Devy. Bgmn kbrny? Mhn maaf mengganggu mhn ijin menelpon boleh Mbak? Terima kasiu” “Danamon 003607701624 an I Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa.”
“Selamat siang Mbak Devy. Mhn maaf menyela kesibukan, Mbak. Ingin menginformasikan hingga siang ini dokumen belum masuk, Mba. Terima kasih”.
Kemudian dijawab oleh saksi Devy Maharani pada tanggal 5 Februari 2018 sebagai berikut : “Nggih mas..ini lg saya tanyakan”.
Selanjutnya pada tanggal tersebut PT. Titis Sampurna melakukan transfer uang ke rekening Bank Danamon milik Terdakwa I Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa, S.E.,M.BA. sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah), kemudian pada tanggal 10 Mei 2019, PT. Titis Sampurna mentransfer uang ke rekening Bank Danamon milik Terdakwa I Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa, S.E.,M.BA. sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).