Bharada E Akui Penembak Pertama Brigadir Joshua, Ferdy Sambo Terakhir, Komnas HAM Duga Ada Penembak Lain

Suara Denpasar | Suara.com

Sabtu, 10 September 2022 | 19:24 WIB
Bharada E Akui Penembak Pertama Brigadir Joshua, Ferdy Sambo Terakhir, Komnas HAM Duga Ada Penembak Lain
Ferdy Sambo (baju oranye/ kanan belakang), Bharada E (depan), Kuat Ma'ruf (kiri), Bripka RR (dua dari kiri) saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir Joshua di rumah dinas Duren Tiga, Jaksel. (Youtube Polri TV)

Suara Denpasar – Dalam rekonstruksi yang berlangsung di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo 30 Agustus 2022, ada dua versi soal siapa saja yang menembak Brigadir Joshua hingga tewas. Dua versi itu dari Bharada E melawan versi Ferdy Sambo dkk. Bahkan, kini mencuat dugaan penembak ketiga.

Versi Bharada E, dia mengaku sebagai penembak pertama terhadap Brigadir Joshua. Sedangkan Ferdy Sambo adalah penembak terakhir. Versi Bharada E ini juga sudah dibuatkan video animasinya yang diunggah ke Youtube Polri TV.

Versi Ferdy Sambo dkk lain lagi. Dalam hal ini, hanya Bharada E yang dipojokkan sebagai satu-satunya yang menembak Brigadir Joshua. Sedangkan Ferdy Sambo tidak mengaku menembak Brigadir Joshua.

Menurut versi Ferdy Sambo, dia hanya menembak ke dinding untuk membuat skenario seolah-olah terjadi tembak-menembak antara Bharda E dengan Brigadir Joshua yang menewaskan Brigadir Joshua.

Perbedaan versi ini menjadi salah satu hal krusial dari penyidikan yang dilakukan penyidik Bareksrim Polri. Makanya, Bareskrim Polri menggunakan alat poligraf atau lie detector (uji kebohongan) terhadap sejumlah tersangka atau saksi.

Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy ketika dikonfirmasi Sabtu (10/9/2022) menjelaskan, kliennya telah menjalani pemeriksaan menggunakan poligraf atau alat lie detector.

“Salah satu poin krusial adalah siapa saja yang menembak (Brigadir) J. Klien saya menjawab ‘Saya pertama dan FS yang menembak terakhir’,” jelas Ronny.

Jawaban Bharada E pun sudah ada hasilnya. Dari poligraf menegaskan bahwa keterangan atau kesaksian Bharada E dinyatakan jujur.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri telah memeriksa Bharada Eliezer, Bripka Ricky Rizal (RR) dan Kuat Ma’ruf menggunakan poligraf terkait dugaan pembunuhan Brigadir Joshua.

“Barusan saya dapat hasil sementara uji polygraph terhadap RE, RR dan KM, hasilnya ‘no deception indicated’ alias jujur,” jelas Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi seraya mengatakan, pemeriksaan mengunakan poligraf untuk memperkaya bukti petunjuk, Selasa (6/9/2022).

Sedangkan Kadiv Humas Polri, Irjen dedi Prasetyo menambahkan, uji kebohongan juga dilakukan terhadap Ferdy Sambo.  “Ya, betul (uji lie detector Ferdy Sambo),” kata Dedi Prasetyo, Kamis (8/9/2022).

Uji lie detector Ferdy Sambo berlangsung di Puslabfor Bareskrim Polri di Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (8/9/2022). “Tes lie detector FS (Ferdy Sambo) di Labfor Sentul,” kata Dedi.

Akan tetapi, baik Dedi Prasetyo maupun Andi Rian Djajadi sampai saat ini tak membeberkan hasil pemeriksaan poligraf atas tersangka Ferdy Sambo. Hal ini berbeda dengan hasil terhadap Bharada E atau RE, Bripka RR, dan Kuat Ma’ruf.

Komnas Duga Ada Penembak Ketiga 

Di sisi lain, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menduga ada sosok ketiga yang menembak Brigadir Joshua. Dia menyebut, diduga bukan hanya Bharada E dan Ferdy Sambo.

"Itu (penembakan ke Brigadir Joshua) tidak mungkin dari satu senjata api. Tapi, pasti lebih dari satu senjata," jelas dalam acara Rosi yang tayang di Kompas TV, Kamis (8/9/20220) malam.

Ahmad Taufan Damanik memunculkan dugaan itu karena dari hasil autopsi maupun autopsi ulang, dan uji balistik, peluru yang bersarang dan melubangi tubuh Brigadir Joshua lebih dari satu.

"Bisa juga (dari dua senjata). Makanya saya munculkan juga misalnya kemungkinan ada pihak ketiga yang menembak," jawab Taufan.

Taufan pun menyatakan, Komnas HAM berharap penyidik tim khusus (Timsus) Polri memperdalam kemungkinan adanya orang ketiga yang menembak Brigadir Joshua.

“Kuat dugaan iya, tapi saya belum bisa memastikan siapa ya. Pasti satu diantara yang ada di situ. Termasuk Ibu Putri (Candrawathi), atau bisa juga Kuat (Ma’ruf)," kata dia.

Bahkan Taufan belum cukup percaya dengan hasil rekonstruksi yang digelar 30 Agustus 2022.

"Saya katakan juga berkali-kali. Saya belum begitu meyakini konstruksi peristiwa yang dibuat oleh penyidik sekarang,” tuturnya.

Cara Kerja Poligraf atau Lie Detector
Poligraf atau lie detector adalah alat untuk menguji kejujuran seseorang melalui reaksi tubuh. Biasa disebut pula psycho physiological decepticon detection atau pendeteksi kebohongan seseorang melakui gejala psikis yang membangkitkan bentuk reaksi fisiologis atau reaksi tubuh.

Agung Prasetya menjelaskan, Tim Asosiasi Poligraf Indonesia menjelaskan bahwa reaksi tubuh manusia bisa dalam berbagai macam bentuk. Ada reaksi tubuh melalui jantung, napas, dan kelenjar keringat. Ketika berbohong, reaksinya bisa bermacam-macam, bisa degup jantung meningkat, napas berat, atau keluar keringat. 

“Ada juga reaksi tubuhnya berupa asam lambungnya naik, atau bisa berupa pupil matanya membesar, atau melalui ketegangan di area otaknya meningkat,” papar Agung melalui Youtube Polri TV.

Namun, lanjut Agung Prasetya, dalam teknik poligraf ini yang dilakukan Puslabfor Bareskrim Polri, membatasi hanya tiga hal. Yakni sensor jantung, kelenjar keringat di ujung jari, dan pernapasan.

Agung pun menjelaskan, Puspabfor Bareskrim Polri memiliki poligraf yang telah diakui Asosiasi Poligraf Amerika Serikat. Poligraf yang dimiliki Puslabfor Bareskrim Polri merupakan produksi Kanada.

“Ini memiliki tingkat akurasi 93 persen. Dan telah memiliki standar ISO,” jelasnya.

Untuk tahapan pemakaian lie detector atau polygraph, dia menjelaskan:

Tahap pertama: terperiksa akan diwawancara dulu oleh pemeriksa untuk memastikan subjek secara jasmani dan rohani, membangun hubungan untuk menyamakan bahasa dan empati, mengetahui latar belakang sosial terperiksa, menjelaskan prinsip kerja alat.

Lebih lanjut, pemeriksa mempelajari terperiksa dan bahasa tubuh terperiksa, menyamakan kedudukan kasus, dan mempersiapkan pertanyaan dalam tes,

Tahan Kedua: Sebelum pemeriksaan poligraf dimulai, pemeriksa akan menanyakan kesediaan terperiksa untuk dipasangi alat poligraf.

Tahap Ketiga: Pemeriksan bisa berlangsung dalam 3-6 jam. Hasil dari poligraf berupa grafik akan dituangan ke dalam form dan dilakukan analisis. Hasil dari uji kebohongan ini dapat dijadikan sebagai pendapat ahli yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.

“Ini lah salah satu metode scientific crime investigation yang dilakukan Polri untuk mengusut kasus penembakan Birgadir J secara transparan dan profesional,” jelas Agung. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kronologi Lengkap, Motif dan Kesimpulan Kasus Ferdy Sambo Segera Sampai di Tangan Jokowi

Kronologi Lengkap, Motif dan Kesimpulan Kasus Ferdy Sambo Segera Sampai di Tangan Jokowi

| Sabtu, 10 September 2022 | 18:59 WIB

Dipecat dari Polri, Ternyata AKBP Jerry Raimond Siagian Pernah Jadi Anak Buah Ferdy Sambo di Polda Metro Jaya

Dipecat dari Polri, Ternyata AKBP Jerry Raimond Siagian Pernah Jadi Anak Buah Ferdy Sambo di Polda Metro Jaya

| Sabtu, 10 September 2022 | 18:31 WIB

Bripka Ricky Mengakui, Om Kuat Bertanya ke Brigadir Joshua dan Langsung Lari Saat di Magelang

Bripka Ricky Mengakui, Om Kuat Bertanya ke Brigadir Joshua dan Langsung Lari Saat di Magelang

| Sabtu, 10 September 2022 | 18:09 WIB

Komnas HAM Sebut Banyak Barang Bukti Dilenyapkan dalam Kasus Ferdy Sambo, Scientific Investigation Penting

Komnas HAM Sebut Banyak Barang Bukti Dilenyapkan dalam Kasus Ferdy Sambo, Scientific Investigation Penting

| Sabtu, 10 September 2022 | 18:06 WIB

Sosok AKBP Jerry Raimond Siagian, Dipecat karena Ferdy Sambo, Akpol 2001 asal Medan, Eks Wadirkrimum Polda Metro Jaya

Sosok AKBP Jerry Raimond Siagian, Dipecat karena Ferdy Sambo, Akpol 2001 asal Medan, Eks Wadirkrimum Polda Metro Jaya

| Sabtu, 10 September 2022 | 17:30 WIB

Terkini

5 Minuman untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami Setelah Lebaran

5 Minuman untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami Setelah Lebaran

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:17 WIB

4 Zodiak Paling Berkilau dan Banjir Rezeki di 24 Maret 2026

4 Zodiak Paling Berkilau dan Banjir Rezeki di 24 Maret 2026

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:15 WIB

Honor 600 Pro Bocor! Desain Mirip iPhone 17 Pro, Baterai 9000mAh Jadi Sorotan

Honor 600 Pro Bocor! Desain Mirip iPhone 17 Pro, Baterai 9000mAh Jadi Sorotan

Tekno | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:13 WIB

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:09 WIB

Terpopuler: 7 Promo Sepatu Adidas Murah hingga Tinted Sunscreen Terbaik

Terpopuler: 7 Promo Sepatu Adidas Murah hingga Tinted Sunscreen Terbaik

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:05 WIB

Kena Nyinyir Warganet, Dewi Perssik Bongkar Alasan Selalu Foto di Area Tangga Rumah

Kena Nyinyir Warganet, Dewi Perssik Bongkar Alasan Selalu Foto di Area Tangga Rumah

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:00 WIB

5 Tim Ini Pernah Ngerasain Jadi Juara yang Tak Dianggap: Ada Senegal dan Juventus!

5 Tim Ini Pernah Ngerasain Jadi Juara yang Tak Dianggap: Ada Senegal dan Juventus!

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:57 WIB

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB

Terpopuler: Harga HP Samsung 2026 Mulai Rp1 Jutaan, Fitur Cerdas untuk Gen Z di Redmi 15

Terpopuler: Harga HP Samsung 2026 Mulai Rp1 Jutaan, Fitur Cerdas untuk Gen Z di Redmi 15

Tekno | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:41 WIB

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB