Suara Denpasar- Krama Bali I Nyoman Wara kembali gagal merebut kursi pimpinan KPK usai dalam pemilihan dia tidak mendapatkan mayoritas dukungan dari anggota DPR RI.
I Nyoman Wara kelahiran Karagasem Bali yang merupakan auditor senior di BPK ini namanya masuk dalam dua kandidat kuat pengganti pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar yang mundur.
Nyoman Wara akhirnya bersaing dengan Johanis Tanak yang merupakan nama yang diusulkan mendampingi Nyoman.
Sepak terjang Nyoman Wara dianggap sangat mumpuni untuk menjadi bagian dari komisi pemburu koruptor ini lantaran memiliki pengalaman panjang di BPK.
Namun saat proses pemilihan di DPR RI, dia gagal meyakinkan para legislator jika dirinya layak menjadi bagian dari pimpinan KPK.
Dalam uji kelayakan di Komisi III DPR ini, mereka menggelar uji kelayakan dan kepatutan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9) kemarin.
Baik Tanak maupun Nyoman Wara sebelumnya masuk sebagai kandidat pimpinan KPK periode 2019 silam, namun keduanya gagal terpilih.
Kini saat namanya masuk kembali sebagai kandidat, keduanya kembali bersaing untuk mendapatkan dukungan dari Komisi III DPR RI.
Usai pemaparan, akhirnya dipilih secara voting, dan hasilnya Johanis Tanak memperoleh 38 suara dan I Nyoman Wara mendapatkan 14 suara, satu tersisa dinyatakan tidak sah.
Baca Juga: Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Ngaku Bertemu Ferdy Sambo sebelum jadi Pengacara Putri Candrawathi
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyambut baik terpilihnya Johanis Tanak sebagai Wakil Ketua KPK menggantikan Lili Pintauli Siregar.
Firli mengucapkan selamat kepada Johanis Tanak yang telah terpilih sebagai calon anggota pengganti pimpinan KPK masa jabatan 2019-2023.
"Saya menyambut gembira atas pengisian Wakil Ketua KPK. Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden RI dan pimpinan DPR RI," kata Firli melalui keterangannya di Jakarta, Rabu (28/9/2022) dari laman ANTARA.
"Selamat datang dan selamat bergabung dalam barisan KPK. Mari bersihkan negeri ini dari praktik-praktik korupsi," pungkasnya. ***