Suara Denpasar - Hotman Paris Hutapea, pengacara dengan bayaran miliaran itu mengaku kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Joshua adalah sebuah dreamcase bagi seorang pengacara.
Mengingat, seluruh rakyat Indonesia tertuju perhatiannya terhadap kasus ini. Jadi, seorang pengacara akan cepat namanya meroket dan terkenal dengan ikut nimbrung dalam kasus ini.
Kendati sempat tergiur untuk membela Irjen Sambo dengan bayaran diangka miliaran rupiah. Pengacara nyentrik yang tajir melintir tersebut akhirnya memilih mundur teratur.
"Saat itu, tim kuasa hukum Irjen Ferdy Sambo meminta saya untuk menjadi kuasa hukumnya," kata Hotman Paris di acara Podcast Close The Door, Deddy Corbuzier, Selasa (20/9/2022).
Hotman Paris akhirnya menolak dan kini pihak Irjen Sambo menggunakan Febri Diansyah, mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Katanya Ibu PC (Putri Candrawathi) juga maunya Hotman Paris. Jujur saya sudah sempat bilang iya, dan harganya pun sudah disepakati," ungkapnya yang membuat Dedy Corbuzier kaget.
Tapi, selama tiga hari dirinya susah tidur. Bahkan, anak dan istri tak mendukung langkahnya.
"Begitu saya bilang sama istri, ya saya cerita, istri saya bilang enggak boleh! Beneran, istri saya langsung ngamuk. Saya langsung diamuk sama si Frank, 'Emang bapak kurang uang?," ujar dia.
Atas desakan istri dan anak akhirnya dirinya membatalkan bergabung dengan tim kuasa hukum Irjen Sambo.
Namun begitu netizen meminta Hotman Paris untuk membantu Bharada Richard Eliezer atau Bharada E yang menjadi Justice Collaborato.
Tentu dengan bergabung bersama tim kuasa hukum Bharada E. "Netizen banyak meminta saya menjadi kuasa hukum Bharada E dan almarhum Brigadir J," paparnya. ***