Citra baik ini, kata dia, pada akhirnya akan terbangun dan tersampaikan dari mulut ke mulut. Dia menyebut, dalam ahasa Sunda, istilahnya "sabiwir hiji" yang artinya menjadi satu cerita tokoh yang diceritakan banyak orang.
“Itu dalam ilmu politik sekarang disebut popularitas,” jelas bapak tiga anak ini.
Bahkan, bukan hanya bisa mempublikasikan aktivitasnya kepada publik, melalui media sosial ini ternyata juga bisa menghasilkan pendapatan. Dari Social Blade, perkiraan pendapatan Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel mencapai Rp25,5 miliar per tahun. (*)