Suara Denpasar - Akhirnya terungkap alasan Tim Mata Najwa mengundang Dadang Indarto Aremania. Alasan mengundang Dadang untuk mewakili Aremania diungkapkan oleh Pemimpin Redaksi Narasi Zen Rachmat Sugito atau Zen RS.
Zen melalui akun twitter resminya mengatakan Mata Najwa awalnya hendak mengundang Yuli Sumpil alias Sam Jules, sosok yang kerap menjadi dirijen Aremania di tribun timur Kanjuruhan. Akan tetapi, Yuli tak bisa hadir karena ada yang harus diurus.
Yuli kemudian menunjuk Dadang untuk menjadi narasumber di Mata Najwa.
"Kami ingin Sam Jules hadir, namun ybs belum bisa karena banyak hal yg diurus. Narsum ini ditunjuk Sam Jules, dia ada di sebelah Sam Jules saat kami video call," kata Zen dikutip Suara Denpasar, Jumat (7/10/2022).
Selain itu, Mata Najwa juga menjelaskan mengapa Dadang menjadi narasumbernya. Mata Najwa dalam keterangannya mengatakan Aremania bukan organisasi. Sehingga tidak ada pengurus.
"Tak ada ketua atau jubir. Cukup tricky untuk mencari perwakilan resmi, apalagi situasi tribun itu dinamis dan kadang beragam," tulis Mata Najwa.
Kemudian pilihan awal ada Sam (mas) Yuli Sumpil. Bukan semata ukuran popularitas, tapi juga karena ia dirijen. Di stadion, dirijen bisa berpengaruh menentukan ritme tribun. Tapi Sam Yuli tak bisa ke Jakarta dan mengaku masih terpukul, dan masih perlu banyak takziah.
"Sam Yuli sempat menangis saat kami bicara via video call (Rabu, 10.45). Kami tawarkan opsi via Zoom, Sam Yuli bilang masih belum siap. Kami menghormati sikapnya," tulis Mata Najwa.
"Sepanjang video call, Sam Yuli ditemani Dadang Indarto. Kami bertanya siapa yang menggantikan? Apakah Dadang? Sam Yuli setuju."
"Kami tak menerima Dadang tanpa checking. Yang paling awal dicek, sikap Dadang atas angle Mata Najwa: usut tuntas & perdamaian. Saat percakapan [semacam pre-interview], pernyataannya layak. Ia jelas menuntut keadilan."
"Soal perdamaian, kira-kira ia bilang begini: “Kapan pun Bonek mau takziah, monggo. Tanpa omong perdamaian dulu pun, Bonek takziah & diterima, itu sudah aksi damai konkret. Green Nordz27 tadi ke Kanjuruhan aman, kok.”
"Karena kurang dikenal di luar Malang, kami lakukan verifikasi lagi, memastikan ia memang Aremania. Namanya muncul dalam banyak berita sebagai saksi peristiwa Kanjuruhan – ia ada di stadion."
"Ia muncul dalam banyak pemberitaan advokasi korban, bahkan hadir bersama aktivis Kontras Andy Irfan. Tim kami datang saat konpres pembentukan Tim Pencari Fakta Arema, dan Dadang duduk di sebelah Sam Yuli bersama yang lain, termasuk Sam Ambon Fanda."
"Verifikasi terakhir: Apakah ia Aremania yang aktif ke tribun atau tidak? Setelah dicek, dia memang aktif di tribun, yaitu di tribun selatan, tepatnya gate 12."
"Posisi editorial Mata Najwa jelas mendukung pengusutan peristiwa Kanjuruhan hingga tuntas. Kami menganggap perdamaian juga mutlak diwujudkan. Episode Mata Najwa kali ini justru hendak mendorong dua hal tersebut karena keduanya sepaket."