denpasar

Sebelum Digugat Cerai, Kang Dedi Mulyadi Kandidat Terkuat Gubernur Jabar setelah Ridwan Kamil, Bagaimana Sekarang?

Suara Denpasar Suara.Com
Selasa, 11 Oktober 2022 | 09:06 WIB
Sebelum Digugat Cerai, Kang Dedi Mulyadi Kandidat Terkuat Gubernur Jabar setelah Ridwan Kamil, Bagaimana Sekarang?
Kang Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika alias Ambu Anne (Facebook Dedi Mulaydi)

Suara Denpasar – Sebelum digugat cerai Anne Ratna Mustika, Kang Dedi Mulyadi ternyata kandidat terkuat Gubernur Jawa Barat (Jabar) 2024 mendatang setelah Ridwan Kamil. Bahkan, bila Ridwan Kamil tidak maju sebagai calon gubernur Jabar lagi, maka Dedi Mulyadi bisa memenangi Pilgub Jabar dengan mudah.

Hal itu terungkap berdasarkan survey yang dilakukan Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah menjelaskan, Dedi Mulyadi menjadi “bintang baru” pesaing kuat Ridwal Kamil dalam Pilgub Jabar 2024 mendatang. Bahkan, Dedi Mulyadi akan mudah menjadi Gubernur Jabar bila Ridwan Kamil tidak mencalonkan jadi gubernur lagi, misalnya ikut berkontestasi dalam Pilpres 2024.

Hal itu diungkapkan Toto Izul Fatah berdasarkan survei tentang preferensi pemilih warga Jawa Barat terhadap calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada 2024. Survei ini dilakukan dilakukan pada 2 sampai 7 Februari 2022 melalui wawancara tatap muka dengan metodologi multistage random sampling.

“Jumlah responden 600 orang dengan margin of error 4,1 persen,” kata Toto dilansir dari Antara, Kamis (24/2/2022) lalu.

Meski sempat kalah dari Ridwan Kamil dalam dalam Pilggub 2018, ternyata nama Kang Dedi Mulyadi justru kian meroket setelah itu. Diketahui, saat Pilgub 2018 Dedi Mulyadi menjadi walon wakil gubernur mendampingi Dedy Mizwar. Namun, perolehan suaranya kalah dari Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Toto Izul Fatah menjelaskan, dalam sebuah simulasi calon gubernur dengan masih adanya Ridwan Kamil sebagai cagub, maka Dedi Mulyadi masih di bawahnya. Akan tetapi, bila Ridwan Kamil tidak maju lagi, maka Dedi Mulyadi adalah yang nomor 1.

Dia menjelaskan, dalam simulasi 20 calon gubernur, elektabilitas Ridwan Kamil menjadi yang tertinggi dengan 45,2 persen, disusul Dedi Mulyadi 24,7 persen, dan Dede Yusuf 8,5 persen. Sedangkan nama lainnya, UU Ruzhanul Ulum (Wagub Jabar saat ini), Cellica Nurrachadiana (bupaati Karawang), Desy Ratnasari (anggota DPR), Ahmad Syaikhu (Presiden PKS), Bima Arya Sugiarto (wali kota Bogor), Nurul Arifin (anggota DPR), Rieke Dyah Pitaloka (anggota DPR), Ace Hasan Sadzily (ketua Golkar Jabar) dan lain-lain, jauh di bawah nama ketiganya, yakni hanya di bawah 5 persen.

Apabila simulasi calon diperkecil menjadi menjadi enam calon, Ridwan Kamil meraih 47,3 persen, Dedi Mulyadi jadi 25,5 persen, dan Dede Yusuf menjadi 12,7. Sedangkan Uu Ruzhanul Ulum, Ahmad Syaikhu, M. Farhan (anggota DPR/ Direktur Persib) masih di bawah 5 persen.

Toto melanjutkan, apabila simulasi 10 kandidat gubernur tanpa keikutsertaan Ridwan Kamil, maka Dedi Mulyadi langsung melesat menjadi 38,0 persen, sedangkan di bawahnya ada Dede Yusuf menjadi 22,7 persen, Uu Ruzhanul Ulum 6,7 persen, Desy Ratnasari 5,8 persen, Ahmad Syaikhu 3,5 persen, dan Attalia Kamil (istri Ridwan Kamil) 1,8 persen.

Baca Juga: Warganet Tanyakan Kesalahan Dedi Mulyadi Digugat Cerai, hingga Nikita Mirzani Labrak Netizen

“Dari simulasi tanpa Ridwan Kamil terlihat jelas bahwa Kang DM yang paling banyak menerima berkah limpahan suara,” katanya.

Diakui, Dede Yusuf juga ikut dapat limpahan suara bila Ridwan Kamil tidak maju sebagai calon guberur Jawa Barat lagi. Itu seandainya Ridwan Kamil maju dalam Pilpres 2024 sebagai capres atau sebagai cawapres, atau tidaknya tidak maju lagi sebagaii calon gubernur Jawa Barat dengan alasan apa pun.

“Jika RK akhirnya lebih memilih sebagai capres atau cawapres, tidak sebagai cagub, maka hanya Dedi Mulyadi yang punya potensi melenggang menang,” kata Toto.

Walau begitu, Toto menjelaskan, masih ada peluang bagi kandidat lain dalam persaingan menuju Jawa Barat 1. Apalagi, Pilgub Jabar masih ada waktu sekitar dua tahun lagi, ada waktu untuk mengenalkan diri dan membuktikan dengan kerja-kerja konkret. Ditambah data survei tentang masih banyaknya pemilih yang berkategori soft supporter atau pemilih cair, sehingga mungkin bisa berubah. Kata dia, jumlahnya sekitar 42,7 persen.

Sedangkan pemilih strong supporter atau pemilih militan, hanya dimiliki Ridwan Kamil dengan 33,5 persen, dan Kang Dedi Mulyadi dengan 13,7 persen. Sedangkan yang lainnya masih di bawah 5 persen.

“Biasanya, kategori pemilih seperti itu (strong supporter) tak akan berubah sampai hari H pemilihan. Kecuali ada badai politik dahsyat yang menimpa mereka," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI