Suara Denpasar - Dedi Mulyadi alias Kang Dedi bertemu dengan sepasang suami istri yang tinggal gubuk reyot yang hampir ambruk di wilayah perkotaan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kondisi rumah warga yang reyot itu sudah terjadi hampir bertahun-tahun.
Pemilik rumah gubuk bernama Maman mengaku sudah melapor ke aparat pemerintah setempat agar mendapatkan bantuan. Akan tetapi, hingga kini belum ada respon dari pemerintah daerah setempat.
"Ini (kondisinya gubuk) sudah seminggu mau roboh seperti ini," kata Maman kepada Dedi Mulyadi dikutip dari Antara, Kamis (20/10/2022).
Dedi Mulyadi yang sedang melakukan kegiatan reses langsung turun ke lapangan saat menerima laporan tentang kondisi tempat tinggal pasangan suami isteri, Maman dan Uyun.
Dia memutuskan untuk membantu Maman, yakni dengan memperbaiki rumahnya.
Sembari menunggu perbaikan rumah, pasangan suami itu untuk sementara tinggal di rumah kontrakan yang disediakan Dedi Mulyadi.
Selain berada di wilayah perkotaan, yang memprihatinkan adalah istri Maman ternyata sudah lama menderita diabetes dan kondisinya cukup mengkhawatirkan.
Warga di sekitar Pasar Jumat Purwakarta, Setiawan, menyayangkan masih adanya masyarakat yang tinggal di gubuk sekitar wilayah perkotaan.
Dia menyinggung kalau bupati saat ini hanya fokus memperhatikan persoalan urusan rumah tangga yang bersifat pribadi dibanding dengan urusan publik.
"Ya, keliatan dari awal Ibu Bupati malah lebih vokal soal berita cerainya. Hari ini juga dia datang ke pengadilan padahal masih banyak urusan masyarakat yang harus segera dibereskan," kata dia.
Sementara itu, warga lainnya Siti Julaeha yang merupakan warga Munjul menyampaikan, dirinya merasa miris dengan kondisi Purwakarta saat ini. Sebab bupatinya lebih fokus pada hal pribadi dibandingkan persoalan publik.
"Seharusnya seperti dulu, setiap ada laporan langsung ditindaklanjuti," katanya.(Ant)