Suara Denpasar- Di balik sikap kontroversial Nikita Mirzani selama ini ternyata dia memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.
Saat ini Nikita Mirzani masih mendekam di rumah tahanan di Serang buntut kasus UU ITE.
Selama ini Nikita dikenal sebagai artis yang ceplas ceplos dan kadang suka mengomentari hal yang menurutnya tidak sejalan dengan pikirannya.
Namun di balik sikap kontroversial itu, perempuan yang biasa dipanggil Nyai ini ternyata memiliki jiwa sosial tinggi bahkan bisa dibandingkan dengan yang lain.
Sederet aksi sosial banyak dilakukan meskipun masih sepi dari pemberitaan maupun pembahasan di ranah media sosial.
Hal ini pun sempat disadari oleh Nikita Mirzani yang pernah mengatakan jika netizen selama ini lebih banyak mengenalnya dalam sikap-sikap negatif.
Namun sejatinya banyak kegiatan positif yang jarang terekspos oleh netizen.
Baru-baru ini dia mengungkapkan jika dirinya bukanlah pribadi yang tega dengan orang lain, terlebih jika urusan membantu, baik soal uang maupun kebutuhan lainnya.
Melalui kanal youtube OPRA Entertainment dia membagikan cerita soal aksi sosialnya ini.
Bantu Yatim Piatu dan panti Jompo
"Gua selalu berdoa sama Allah, ya Allah jangan sampai gak ada rezeki, gua gak mau jadi orang miskin, kenapa gak mau jadi orang miskin? Karena kalau gua miskin gak bisa membantu orang yang membutuhkan," jelasnya.
Dia mengatakan rutin membantu anak-anak yatim piatu, kemudian panti jompo sampai dengan yayasan kanker.
Bantu belasan guru honorere
Bukan hanya itu saja, dia juga rutin membantu memberikan gaji kepada guru honorer. jumlahnya mencapai 15 orang.
"Gua punya anak yatim piatu itu ada 1.500, setiap bulan gua harus kasih, dengan keiklasan gua, belum lagi kasih guru-guru honorer di Makassar tota ada 15 orang, setiap bulan gua kasih karena mereka gak digaji pemerintah," jelasnya.
Karena itu dia juga selama ini selalu bekerja keras agar orang-orang di sekitarnya seperti anak dan keluarga serta orang yang membutuhkan bisa dia bantu secara rutin.
Sumbang Rp2 Miliar
Nikita Mirzani pernah diam-diam nyumbang Rp2 miliar tanpa ada hingar bingar di TV dan media sosial.
"Mereka tidak tahu di belakang gua, gua ya tahun 2020 itu ada bencana di Sukabumi, longsor ya, bahkan orang penting di sana pun tidak peduli dengan yang terjadi sama rakyatnya. Tapi gua dengan sukarela bersama kak Fitri gua mengeluarkan uang sendiri sebesar Rp2 miliar," jelasnya menceritakan kisahnya.
Uang Rp2 miliar kata dia kemudian diberikan kepada warga korban bencana berupa voucer.
"Rp2 miliar untuk dijadiin voucher, yang voucer itu dibagikan kepada kepala rumah tangga, kalau rumah hancur banget dia dapat Rp5 juta untuk ditukarkan semen, pasir, kayu, besi," jelasnya. ***