"Kok ini langsung dibuang ke sungai Pak, air keruhnya langsung dibuang ke sungai, kan sungainya jadi keruh," cecar Kang Dedi.
"Ini atas kesepakatan warga pak," jawab pria pengelola tambang.
Dedi Mulyadi yang menjawab jawaban itu lantas semakin murka.
"Kalau urusan buang limbah ke sungai, tidak ada urusan dengan kesepakatan warga pak, karena sungai bukan milik warga," jelasnya tegas.
Dedi Mulyadi pun meminta kepada pengelola tambang galian agar sesegera mungkin mengevaluasi pembuangan limbah tambang galian tersebut termasuk menilik kembali fungsi bak pengendapan yang dibiarkan mangkrak.