Suara Denpasar – Youtuber Reza Arap berkisah tentang masa kecilnya yang pernah mati suri hingga 12 jam di rumah sakit. Beruntung, pria dengan nama asli Reza Oktovian ini bangun dari mati suri sebelum dikubur.
Hal itu diungkapkan Reza Arap saat hadir dalam podcast di Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, yang tayang Kamis (3/11/2022). Reza awalnya bercerita dia lahir prematur, yakni 7 bulan dalam kandungan ibundanya.
“Gue lahir premature tujuh bulan,” kata Reza Arap.
Karena lahir prematur ini, dia memiliki masalah di jantung. Sejak kecil, dia kalau lari sedikit saja dia langsung muntah-muntah.
“Ketawa aja muntah. Ngapa-ngapain muntah. Karena punya masalah di jantung,” jelas suami Wendy Walters.
Nah, saat Reza Arap berusia 9 tahun, dia kena demam berdarah dengue (DBD) hingga dirawat di RS. Penyakit DB ini ternyata berakibat komplikasi ke penyakit lain. Di antaranya tekanan darahnya rendah, muntah terus hingga lambungnya robek, dan jantungnya kena.
“Meninggal gue,” kata dia dengan lugas.
Denny Sumargo pun langsung melongo ketika Reza Arap begitu lugas bilang dirinya meninggal dunia. Dia pun tanya bagaimana bisa tahu meninggal. Dengan cepat, Reza tahu karena dia bangun lagi. Namun, Denny buru-buru memperbaiki pertanyaannya, maksudnya bagaimana dia tahu sudah meninggal, apakah karena ada orang yang memberi tahu. Lantas, Reza Arap pun mengakui, bahwa mamanya yang memberi tahu bahwa dia sempat dinyatakan meninggal dunia.
Momen sebelum mati suri itu dia mengaku berada dalam perawatan di ICU. Dia masih ingat ketika kondisinya memburuk, kemudian dua kali menggunakan pacu jantung. Saat diberi pacu jantung dia merasa kesadarannya sudah mau hilang.
“Yang gue lihat terakhir itu monitor yang itu lurus,” jelas pria berusia 35 tahun ini.
Setelah kesadarannya hilang, dia merasakan hangat, kemudian membuka mata seperti sedang di sebuah padang rumput yang luas, dan hanya ada satu pohon dan matahari di atasnya, serta dia bermain bersama mamanya.
“Lagi gandeng mama,” katanya.
“Kan mamamu masih hidup?” tanya Denny.
“Nggak tahu,” tukasnya.
“Kayak mimpi, ya?” tanya Denny lagi.