“Ibu Aa Ula bertemu ayah saat kuliah dan bersama menjadi aktivitis HMI. Saya saat itu masih jadi ketum cabang HMI Purwakarta,” cerita Kang Dedi.
Dalam proses kehamilan Aa Ula, ibu diserang penyakit kanker rahim. Ketika selesai dilantik sebagai anggoat DPRD Aa Ula lahir di Rumah Sakit Bungsu, lahir operasi caecar, karena di rahim ibu ada kanker dengan bobot 4 kilogram.
“Ibu meninggal saat Aa Ula berusia tiga bulan. Hal ini tidak pernah saya cerita kepada kamu nak, bahkan kamu tidak pernah bertanya nak,” ungkap Dedi sambil meneteskan air mata. (*)