Suara Denpasar-Keisha Alvaro mengaku belasan tahun tak bertemu ayah kandungnya, Pasha Ungu. Hal itu setelah kedua orang tuanya, Okie Agustina dengan Pasha Ungu resmi bercerai bertahun-tahun lalu.
Saat itu, usianya masih belia. Keisha Alvaro kecewa karena Pasha Ungu memutuskan menikah lagi dengan wanita lain pasca bercerai dengan ibunya. Di usianya yang kian menginjak masa remaja, Keisha terus bekerja banting tulang demi menghidupi keluarganya.
"(Pasca) Perceraian ekonomi keluarga langsung goyah. Bunda waktu itu kan nggak kerja," akunya dalam kanal youtube Alvin in Love. Karena pengakuannya itu di kanal youtube, Pasha Ungu dan Okie Agustina pun banyak dicibir dan dihujat netizen.
Mereka dianggap telah menelantarkan anak dan membiarkannya bekerja banting tulang. Namun belakangan, pasca keterangannya itu viral, Keisha membuat klarifikasi.
Klarifikasi itu disampaikannya di sebuah acara Sweet Daddy Trans TV. Dia meminta maaf atas pernyataannya yang telah viral itu. Dijelaskannya dia tak punya niat untuk menjelekan perilaku ayah dan ibunya di masa lalu.
"Buat ayah, sebelumny saya minta maaf dulu, gara-gara Kemarin jadi rame terus juga banyak yang hujat mami, hujat ayah. Padahal kan Ica kemarin emang sebenarnya pernyataan kemarin tidak menyudutkan pihak manapun," katanya dalam acara yang dipandu oleh Denny Cagur dan Narji tersebut.
Dijelaskannya meski ibu dan ayahnya telah bercerai, di tetap menyayangi sosok Pasha Ungu sebagai ayahnya. Tak ada yang berbeda hingga sekarang.
Dia mengatakan jika dirinya serta adik-adiknya yang laut tetap membutuhkan sosok Pasha Ungu sebagai ayah. "Yang pasti saya sayang banget sama ayah. Sampai sekarang saya tetap butuh ayah. Beliau tetap jadi contoh, jadi teladan," ujarnya.
Lanjutnya, bahwa apalagi saat ini dia adalah sosok yang paling mengikuti jejak ayahnya di dunia entertainment. "Apalagi Ica kan yang paling ikutin ayah nih jejaknya di dunia entertainment. Ingatin ica kalau ada salah," ujarnya.
Dia juga mendoakan agar Pasha Ungu bisa kembali menajdi pejabat suatu saat nanti. "Semoga Jadi DPR," harapnya singkat.