Suara Denpasar - Siapa yang tidak kenal dengan Hercules, tokoh preman Tanah Abang yang menjadi salah satu tokoh pemuda yang paling ditakutin dan disegani di negeri ini.
Kini pemilik nama asli Rosario de Marshall sedang menekuni agama dengan menjadi murid kyai kondang Gus Miftah.
Dalam acara Orasi terkait puncak Milad Ponpes Ora Aji asuhan Gus Miftah di video Facebook @Rusmadi Migen yang dilihat denpasar.suara.com, Kamis (10/11/2022).
Gus Miftah dalam Milad yang berlangsung pada 2019 lalu itu meminta Hercules untuk bercerita pengalaman hidupnya hingga menemukan hidayah sebagai masukan bagi jamaah.
"Ini kita dengar kesaksian tokoh kita Maung Hercules. Di tembak tiga kali beda tempat, dibacok berkali-kali tapi tidak mati mati," papar Gus Miftah.
Hercules yang didapuk untuk memberikan kesaksian langsung bangkit dari posisinya duduk. "Kalau Maung Hercules denger ada bencana, bantuan yang diberikan tidak tanggung-tanggung. Enam truk sampai 15 truk," puji Gus Miftah.
Hercules yang mendapat pujian Gus Miftah hanya tersenyum dan mulai bercerita kisah kelam hidupnya sehingga akhirnya memilih jalan Tuhan. Dia bercerita pernah dilatih di kamp militer dan kemudian merantau ke Jakarta.
Selama belasan tahun dirinya sebagai gelandangan. Istilah tersebut untuk menggambarkan kerja jalanan yang dilakoni selama belasan tahun.
Hidup di dunia yang keras tentu selain uang yang terbilang banyak juga harus menghadapi beragam ancaman. "Pantangan saya nyopet, nipu, dan memeras," ungkapnya.
Baca Juga: Satria Mulia Cari Sensasi Lagi! Janji Bakal telanjang Bulat di Ancol
Ketika itu tahun 90-an, Hercules menjadi tenaga pengamanan di perjudian dengan pendapatan per hari Rp 1 juta.
Uang sejumlah itu pada tahun 90-an tentu sangat besar. "Berani bertarung dan bersaing kita bisa bertahan dapat uang banyak," sebutnya.
Saban hari dirinya melihat ada orang dibacok dan lainnya. Bahkan, Hercules sendiri juga tak luput dari aksi kekerasan. Dirinya pernah dibacok bahkan di tembak beberapa kali, tapi tak juga mati.
Banyak orang menduga dirinya memiliki ilmu kebal. Namun, semua itu dibantah Hercules. "Waktunya yang belum tiba (mati)," jawab Hercules bijak yang disambut aplaus dari Gus Miftah.
Sedangkan untuk ditembak juga beberapa kali, namun juga tidak mati. Bahkan dirinya pernah ditembak dalam jarak satu meter dengan enam kali tembakan yang salah satunya membuat bola mata kanannya pecah.
Itu dunia kelam yang dihadapi oleh Hercules. Demikian dengan seiringnya umur dan banyak perenungan.