Suara Denpasar – Saat masih muda, Kang Dedi Mulyadi ternyata sudah menjadi primadona. Disebut banya cewek yang naksir kepadanya. Tidak hanya saat jadi aktivis mahasiswa, saat jadi duda karena ditinggal istrinya meninggal dunia, juga banyak cewek cantik yang mendekat.
Kang Dedi Mulyadi memang berasal dari keluarga sederhana, bahkan cenderung miskin. Ayahnya hanya purnawirawan TNI dengan kepangkatan terendah, yakni tamtama. Pangkat terakhir ayahnya Ahmad Salihin Ahmad Suryana berpangkat prajurit kepala (praka). Dalam kepangkatan, ini adalah urutan ketiga dari bawah di tamtama. Lambangnya balok tiga warna merah.
Sedangkan ibunya, Karsiti hanya seorang petani. Kang Dedi praktis hidup dari kerja keras sang ibu sebab sang ayah pensiun dini dari TNI karena sakit akibat diracun Belanda.
Meski kondisi ekonominya pas-pasan, Kang Dedi Mulyadi bisa berkuliah, Dia mengambil ilmu hukum di STH Purnawarman pada 1994. Sejak dia kuliah ini lah dia aktif berorganisasi. Dia mendirikan HMI Cabang Purwakarta dari awalnya hanya cabang persiapan. Dia juga yang menjadi ketuanya.
Nah, sejak dia jadi ketua HMI Cabang Purwakarta ini lah dia dipandang banyak temannya. Apalagi dia jago memimpin. Tak hanya itu, banyak juga cewek yang naksir kepada Kang Dedi.
Hal itu diungkap Saepul Bahri alias Om Zein, salah satu kawan karibnya sejak di HMI Cabang Purwakarta.
“Di antara pengurus-pengurus juga kan banyak yang cantik betul. Banyak juga yang suka sama dia (Kang Dedi),” kata Om Zein kepada Maula Akbar, anak sulung Kang Dedi, lewat Youtube Maula Akbar, dikutip Suara Denpasar Sabtu (12/11/2022).
Walau begitu, Om Zein mengakui bahwa ternyata Kang Dedi Mulyadi lebih memilih Sri Mulyawati, bendahara HMI Cabang Purwakarta. Sri Mulyawati kelak menjadi istri Kang Dedi. Namun, meninggal dunia tiga bulan setelah melahirkan anak pertamanya, Maula Akbar, karena sakit kanker rahim. Maula Akbar sendiri lahir pada 4 November 1999 silam.
Hal itu juga diakui Kang Dedi Mulyadi. Melalui Youtube Lembur Pakuan Channel beberapa hari lalu saat bertemu dengan sejumlah sahabat Sri Mulyawati juga mengungkap bahwa dia pernah disukai banyak wanita cantik. Apalagi saat dia menjadi duda, setelah Sri Mulyawati meninggal dunia.
Kala itu, Kang Dedi menjadi ketua Komisi E DPRD Purwakarta. Usianya juga masih cukup muda. Masih di bawah 30 tahun.
“Di balik yang sedih-sedih juga ada bahagianya. A Ula itu pada usia bayi sampai usia 3 tahun itu banyak diasuh oleh banyak gadis-gadis karena waktu itu saya duda jadi memang banyak yang dekat dengan saya,” katanya.
“Jadi waktu kecil itu Maula banyak dipangku oleh wanita cantik. Kalau itu asli. Sekarang ada pegawai di BI, semuanya asli. Gak perlu disebutin semuanya,” kata Kang Dedi.
Om Zein yang duduk di dekatnya ikut nyeletuk, “Banyak. Staf saya juga.”
Terlepas dari itu, saat ini Kang Dedi Mulyadi sedang digugat cerai oleh istrinya, Anne Ratna Mustika yang juga Bupati Purwakarta. Proses sidang gugatan cerai ini masih sedang berlangsung di Pengadilan Agama Purwakarta. (*)