“Sekarang jaminan kita ini disia-siakan. Itu aja saya nyesal. Neng cari deh orang kaya saya kalau nemu. Kita ngasih jutaan atau puluhan juta hanya untuk Neng berubah, ini orang yang disuruh berubahnya kok susah,” terangnya.
Kang Dedi sampai memberondong Neng PSK itu dengan pernyataan-pernyataan pedas. Kalau tidak jadi dibantu apakah akan kembali ke Cilodong, sedangkan warung-warung di Cilodong sudah ditutup.
Terus kalau Neng PSK masih gaya begitu apakah punya masa depan, apakah umurnya tidak punya batasan, misalnya saat usia 40 tahun apakah masih laku jadi PSK, juga apakah berpikir ada ancaman penyakit (HIV/AIDS), kalau sampai punya penyakit apakah ada yang mengurus, baik kakaknya, maupun tetangganya.
“Ada nggak laki-laki yang nidurinnya nanti ngobatin?” tanya dia.
Kang Dedi Mulyadi pun sempat mengancam tidak jadi membantu merenovasi rumah Neng PSK, dan segala kebutuhan hidupnya yang lain.
Kang Dedi sampai mengungkit dia mau membantu salah satunya adalah karena seperti dituntun Tuhan, karena pernah bertemu ibu dari Neng PSK itu. Dia juga meminta Neng PSK itu ziarah ke makam ibunya, untuk meminta maaf.
Dia juga mengatakan tetangganya tidak ada yang mencela, menertawakan, bahkan mendukung Neng PSK cantik ini untuk berubah menjadi lebih baik.
Pernyataan-pernyataan Kang Dedi yang pedas itu akhirnya membuat Neng PSK itu menangis. Dia meminta maaf serta merangkul betis dan mencium kaki Kang Dedi.
Kang Dedi pun meminta maaf sudah berkata keras. Dia akan memasok segala kebutuhan makan Neng PSK ini, namun tidak akan memberi uang. Dia mengetes sebulan apakah Neng PSK ini bisa berubah. Mulai belajar memasak sendiri, dan kehidupan normal di desa lainnya. (*)
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Jago Tawar-Menawar dengan PSK: 'Rp500 Ribu? Mahal Ah!'