Suara Denpasar - Banyak yang tak menyangka biduk rumahtangga Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi yang terlihat harmonis harus berujung di meja pengadilan agama.
Kedua insan itu tak pernah nampak tersandung gosip atau isu miring apapun selama ini.
Apalagi saat Ambu Anne mengungkapkan alasannya menggugat cerai Kang Dedi, salah satunya adalah karena tidak diberi nafkah lahir batin sesuai syariat agama.
Ia pun mengungkap bahwa urusan nafkah batin tak melulu masalah ranjang. Sebagai istri, Ambu Anne menginginkan agar Kang Dedi Mulyadi bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan baginya bersama keluarga.
Persoalan ini nampaknya berakar dari kebiasaan Kang Dedi Mulyadi yang kerapkali tak berada di rumah untuk keluarganya.
Kang Dedi yang saat itu masih menjadi Bupati Purwakarta hingga dua periode, banyak menghabiskan waktu untuk mengunjungi rakyatnya di luar rumah.
Ditilik Suara Denpasar, ternyata dulu Ambu Anne pernah mengungkapkan keterkejutannya soal sosok Kang Dedi Mulyadi.
Bahkan hal itu dirasakannya saat pertama kali menikah dengan Dedi Mulyadi dan baru saja memiliki anak.
Ia merasa, sang suami terus menerus sibuk di luar rumah untuk mengurus rakyatnya dan hampir tak ada waktu untuk keluarga.
Baca Juga: Yang Mau Mudik Akhir Tahun, Ini Jadwal Kapal Pelabuhan Lok Tuan Semua Rute Desember
Hal ini disampaikannya kepada Ivan Wirata Channel yang diunggah ulang di YouTube-nya pada 31 Desember 2021 lalu.
"Awal-awal saya kaget waktu itu pertama menikah. Pertama kali anak-anak masih kecil. Ini bapak atau ayahnya kok sibuk terus,” kata Ambu Anne.
Sempat protes namun tak digubris, perlahan Ambu Anne pun mencoba untuk memahami jalan yang dipilih oleh suaminya, Kang Dedi Mulyadi.
Meski butuh waktu lama, Ambu Anne akhirnya bisa mengimbangi ritme kerja Kang Dedi yang disebutnya begitu menyeluruh dan tak kenal kata tunda untuk urusan masyarakat.
"Makanya waktu itu saya memberikan ruang yang leluasa bagi Kang DM berinteraksi, bersosialisasi, bersilatuhramhi dengan masyarakat,” tuturnya.
Dedi Mulyadi dikenal sebagai sosok pemimpin yang banyak meluangkan waktu dan menyerap aspirasi rakyat.