Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Kang Dedi Mulyadi kagum dengan dua bocah kecil. Sebab, dua bocah di Kabupaten Purwakarta dan Subang ini sedari kecil sudah melakukan aktivitas yang dilakukan orang dewasa.
Dua bocah ini adalah Neng Pia, dan satunya adalah Arsan. Meski masih kecil, bocah-bocah ini sudah pintar menyapu di halaman rumahnya.
Seperti terlihat dalam Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel berjudul Kang Dedi Kagum Lihat Bocah 4 Tahun Nyapu di Halaman yang ditayang sejak 3 September 2021. Sudah setahun lalu diunggah, video ini ditonton 617 ribu kali.
Neng Pia adalah anak kedelapan, dari 10 bersaudara dari keluarga di Kecamatan Sukari, Purwakarta. Ayahnya tukang bangunan dengan bayaran Rp130 ribu per hari.
“Nih pendidikan yang alami itu yang kayak gini. Ini sekolah itu namanya anak seusia ini sudah belajarnya aku di halaman rumahnya. Rajin namanya,” kata Kang Dedi Mulyadi.
Neng Pia masih berusia 4 tahun. Terlihat dia menyapu menggunakan sapu lidi, menyapu sapah di halaman rumah. Dia menaikkan sampah ke serok, kemudian membuat ke tempat sampah.
“Neng Pia hebat,” kata Kang Dedi.
Satu bocah lagi bernama Arsan sedang menyapu di got depan rumahnya pada sore hari. Seperti terlihat di video berjudul Bertemu Ikshan Bocah 6 Tahun Rajin Nyapu-Kang Dedi Jatuh dari Motor saat Mau Borong Miras yang tayang pada 20 November 2022 lalu.
“Jarang loh anak sebesar ini sekarang nyapu,” kata Kang Dedi.
Baca Juga: Kang Dedi Tunjukkan "Barang" Privasi, Emak-emak Langsung Wow!
Arsan adalah anak kelas 1 SD. Dia mengaku karena keinginan sendiri. Yang lucu, ketika ditanya membuang sampah, Arsan mengatakan buangnya ke sungai.
“Jangan dibuang ke walungan (sungai). Nanti jadi tercemar walungan-nya,” kata Kang Dedi mengajarkan.
Kang Dedi pun akhirnya mengajarkan membuang sampah di tempat sampah. Yag dedaunan jadi kompos, yang plastic di daur ulang.
Yang jadi masalah, pengelolaan sampah di desa belum cukup baik. Padahal, sampah masyarakat di pedesaan sudah sama dengan masyarakat perkotaan.
Sampah menjadi problem dan banyak oran yang membuangnya ke sungai sehingga sungai-sungai yang bersih dan indah di sini menjadi banyak tercemar oleh tumpukan sampah. Ini problem yang harus diselesaikan oleh negara oleh pemerintah. Para pemimpinnya harus kreatif membangun inovasi-inovasi bagaimana pengelolaan sampah di setiap desa," kata Kang Dedi.
Arsan pun diajak di mana membuang sampah. Kemudian mengajak ke belakang rumah, menjadikan pekarangan jadi tempat buang sampah dan dikelola. (*)