Suara Denpasar – Pada setiap unggahan Youtube-nya, mantan bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selalu menampilkan pengalaman yang berbeda.
Jika biasanya ia mengunggah pengalaman saat berbagi kebahagiaan dengan sang papa, kali ini ngobrol santai dengan seorang pembuat tato.
Pria yang dipanggil Dulle oleh kang Dedi Mulyadi tersebut tidak hanya seorang pembuat tato, tapi juga pebisnis muda sukses.
Bisnisnya dalam bidang pembuatan tato, tidak hanya satu tempat melainkan tersebar di beberapa tempat di Indonesia.
Termasuk di kawasan ramai turis seperti Kuta-Bali, dengan banyak karyawan yang membantunya hingga ia bebas pergi kemana saja.
Ditemui di sebuah kawasan di daerah Bogor, Dulle dan Dedi Mulyadi membicarakan banyak hal tentang tato.
Dulle dapat menjawab hampir semua pertanyaan Dedi Mulyadi termasuk tentang sejarah tato serta beberapa style yang menjadi ciri khasnya.
Selain bertato, Dulle juga berambut gimbal dan menggunakan anting-anting di beberapa bagian tubuhnya seperti telinga dan hidung.
Dulle menyebutkan bahwa tato sebetulnya bukan merupakan budaya impor, karena di Indonesia ada daerah yang memiliki budaya bertato.
Baca Juga: Melokal Abis! LE SSERAFIM Nyobain Mie Goreng Pedas dan Es Teh Asal Indonesia
Begitupun dengan anting-anting dan rambut gimbalnya, Dulle mengatakan bahwa semuanya budaya Indonesia.
Dengan tatonya, Dulle juga menyebutkan bahwa ia sempat berumah tangga tapi harus kandas karena pandemi.
Semuanya karena jarak yang memisahkan mereka, karena istrinya merupakan bule Australia yang kebetulan sedang berada di sana saat pandemi melanda.
Hal itu diketahui saat ia menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi atas alasannya bercerai dengan bule Australia itu.
“Kenapa bercerai? Haha pura-pura nanya,” ungkap Dedi Mulyadi.
Ada hal pertanyaan menggelitik yang ditanyakan Dedi Mulyadi kepada Dulle soal apa yang dinilai perempuan bule dari pasangannya.