Suara Denpasar - PSIS Semarang bisa saja mengambil keuntungan dari kondisi Borneo FC. Kedua klub akan bertemu di laga lanjutan Liga 1 Jumat 9 Desember 2022 nanti.
Bak berkebalikan, kondisi PSIS Semarang dan Borneo FC njomplang jelang laga di akhir pekan ini.
Hasil 3 poin yang didapat laskar Mahesa Jenar dan nol poin Pesut Etam menjadikan warning bagi para pemain klub Kalimantan ini.
Bagaimana tidak, usai jeda panjang akibat tragedi Kanjuruhan, PSIS Semarang seperti menemukan formasi yang baru.
Terseok-seok di awal musim, laskar Mahesa Jenar mampu menggebuk Madura United dengan skor meyakinkan 3 gol tanpa balas.
Hal itu sulit dilakukan pada awal musim ini, setidaknya hingga pekan ke-10. Apalagi Madura United merupakan tim yang solid dan nangkring di posisi 5 besar klasemen.
Tentu saja tiga gol dari Jonathan Cantillana, Fredyan Wahyu dan Ridho Syuhada mengangkat mental anak-anak Semarang.
Di klasemen sementara, laskar Mahesa Jenar terangkat naik di peringkat ke-12 dengan 14 poin dari 11 laga.
Di sisi lain, Borneo yang sedang menjaga kursi di puncak klasemen harus tergelincir usai tunduk dari Persija Jakarta 1-0.
Akibatnya harus turun di posisi ke-4 klasemen sementara dengan 23 poin dari 12 laga.
Insiden antara Krmencik dan Diego Michiels menjadi sorotan di laga panas tersebut.
Saling ludah dan pukulan Michiels pada Krmencik menjadikan Borneo kehilangan satu pemain.
Kehilangan Diego Michiels tentu kerugian yang amat besar bagi pasukan Pesut Etam. Apalagi ia seorang kapten tim.
Dengan kartu merah tersebut, Borneo besar kemungkinan akan tak diperkuat oleh pemain naturalisasi tersebut saat melawan PSIS Semarang.
Hal itu tentu saja menjadi keuntungan tersendiri bagi klub milik Yoyok Sukawi tersebut.