Suara Denpasar - Eka Opok, seorang difabel yang dinobatkan jadi pahlawan sampah oleh Wagub Bali Cok Ace karena kecintaannya terhadap lingkungan. Eka Opok memiliki kegemaran memungut sampah yang berserakan di seputaran Kota Klungkung tempat ia berasal.
Meski memiliki keterbatasan fisik, pria difabel ini sangat cinta pada lingkungan. Hanya bermodalkan sebuah gerobak, ia berkeliling untuk memilih sampah-sampah di depan ruko-ruko dan di area sekitar pasar Klungkung.
Waktu yang dimiliki oleh pria difabel ini sepertinya dimanfaatkan betul. Secara mandiri ia bekerja untuk kebutuhan dirinya dan menjaga kota Klungkung dari sampah.
Menurut penuturan warga, pagi sampai jam 2 siang, Eka Opok bekerja menjadi tukang sapu-sapu.
Setelah beristirahat sebentar, mulai jam 4 sore sampai jam 10 malam, ia mulai mendorong gerobaknya untuk berkeliling. Semua jenis sampah anorganik dipilih olehnya.
Sampah-sampah yang berhasil ia kumpul lalu dibawanya untuk dipilah. Sampah yang telah dipilah kemudian dihantarnya ke Bali Waste Cycle, sebuah komunitas yang mendaur ulang sampah.
Atas kecintaannya terhadap lingkungan tersebut, Eka Opak begitu banyak dikenal luas, terutama masyarakat Klungkung.
Bahkan, Eka Opok dinobatkan sebagai 'Pahlawan Sampah' oleh Wakil Gubernur Bali Cok Ace.
Penghargaan itu diberikan saat diskusi publik dengan tema 'Pengelolaan Sampah Laut, Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan' di Maya Hotel, Sanur, Denpasar, Sabtu, (10/12/2022).
Baca Juga: Kementerian PUPR Gelar Penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Penerima Bantuan Rusun
Selain Eka Opok, Wagub Bali juga memberikan penghargaan serupa kepada 4 orang lain yang juga pejuang lingkungan di Bali.
Diantaranya adalah Ketua Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) Agustinus Apollo Daton, I Made Adithiasthana Founder Yayasan Kaki Kita Sukasada (YKKS), Anastasia Olive direktur utama Bali Waste Cycle (BWC) dan Bendesa Adat Kedonganan I Wayan Mertha. (Rizal/*)