Suara Denpasar - Perjalanan hidup Kang Dedi Mulyadi untuk bisa sampai ke titik suksesnya saat ini memang terbilang tidak instan. Mungkin tidak pernah dialami Anne Ratna Mustika, anak lurah dan memiliki paman seorang politikus Golkar sekaligus bupati Purwakarta.
Masa kecil Kang Dedi tidak dalam gelimang harta. Ia harus meraih sukses setelah melalui perjuangan yang luar biasa bersama ibunya setelah ayahnya sakit-sakitan.
Ayahnya Sahlin Ahmad Suryana adalah seorang tentara namun dipensiunkan dini karena sakit. Sakit yang dialami oleh ayah Dedi Mulyadi tersebut karena diracun oleh mata-mata Belanda.
Karena sang ayah sakit-sakitan, tumpuan keluarga ada pada sang ibundu, bernama Karsiti, Karsiti yang hanya seorang ibu rumah tangga harus menopang kebutuhan hidup keluarga dengan menjadi kuli di perkebunan dan sawah orang.
Meski masih mendapat uang pensiunan dari almarhum ayahnya tersebut, namun kata Kang Dedi tidak cukup karena ia memiliki jumlah anggota keluarga yang banyak.
"Kalau tanggal muda, itu baru dapat ikan asin. Kalau sudah mulai tanggal 5 ke sana, garam kasih bawang itu pun dibagi 9 anak," ujar Kang Dedi di Youtube 'Wa Uceng Channel' yang juga dicuplik dari 'Kick Andy Show'.
Seolah tidak tega, Kang Dedi yang waktu itu masih sekolah dasar membantu meringankan beban ibunya itu dengan berjualan es, berjualan layang-layang sampai menjadi kuli batu-bata, dan menjadi tukang ojek saat duduk di bangku SMA.
"Jual layang-layang waktu SMP. Saya pengen main layang-layang tapi gak beli, gimana caranya ya dengan jual layang-layang. Ketika sudah beli (layangan) sayang juga dipakai main, jual lagi," kisahnya.
Dalam kisahnya, Kang Dedi Mulyadi bertutur tentang keinginannya untuk memiliki domba yang akhirnya tidak disangka, seekor domba itulah yang telah menyelamatkan keluarganya, bahkan untuk membiayai sekolah Kang Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Ternyata Orang Tua Kang Dedi Mulyadi Bukan Orang Biasa, Pantas Didikannya Keras, Ini Kisahnya
Diceritakan bahwa keinginan Kang Dedi Mulyadi untuk memiliki domba itu terpenuhi. Menjual cincin untuk beli domba.
"Ya saya bersama kakak saya yang paling gede (sulung) namanya Kang Ade sama ibu saya yang tukang ngarit (potong) rumput, saya tukang ngembala. Dari situ beranak dua, dua jadi 40," ucap Kang Dedi dikutip Suara Denpasar, Minggu, (11/12/2022). (*/Aryo)