Suara Denpasar- Di balik peran yang memukau dan mencuri perhatian masyarakat Indonesia dalam serial Kupu-kupu Malam, Lukman Sardi pemeran Arif Dirgantara di kehidupan nyata mengalami sejumlah masalah.
Akibatnya, Lukman Sardi pun mengalami perubahan sifat karena menyalahkan keadaan.
Itu terjadi salah satunya akibat kejaran wartawan atau media di masa kecilnya.
Bukan untuk memberitakan perjalanan karirnya di dunia seni peran yang telah dijalani sejak usia 7 tahun.
Melainkan kejaran media ini lantaran kasus perceraian orangtuanya Idris Sardi dengan Zerlita. Dimana perceraian orangtuanya tersebut terjadi ketika ia masih duduk di bangkyu kelas 4 SD.
“Situasi mulai enggak enak saat bokap nyokap cerai. Itu gue kelas 4SD. Itu lumayan,” katanya saat bintang tamu dalam podcast Daniel Mananta yang sudah tayang tahun lalu.
Lukman Sardi mengaku ketika itu, ia menjadi sasaran media demi mendapatkan berita tentang perceraian orangtuanya.
Masa kecilnya pun ketika itu tidak bisa dijalani normal layaknya anak diusianya.
“Menurut gue masa kecil yang paling impactful itu pada saat itu. Umur 4 SD tiba-tiba bokap gue harus cerai. Dimasa itu tuh belum ada infotainment, tuh wartawan lumayan gencar juga,” katanya.
Akibat hal tersebut, terpaksa Lukman Sardi yang juga dibuntuti ke sekolah memilih untuk pulang paling terkahir ketika sudah sepi. Namun yang ia juga harus bersembunyi ketika sudah dekat dengan rumahnya. Hal ini tak lain karena di depan gang rumahnya juga sudah ditunggu wartawan.
“Di masa itu cukup ramai juga, gue sekolah ditunggun di depan sekolah, tapi gue keluar nunggu sepi, nyampai di rumah depan gang itu udah ramai lagi dan gue ngumpet. Itu lumayan impactful, “ lanjutnya.
Ia pun mengakui akibat kejaran wartawan dan juga dampak perceraian orangtuanya, Lukman Sardi mengalmi perubahan sikap yang awalnya ekspresif jadi lebih tempramental.
“Gue yang sebelumnya ekspresif jadi lebih ke dalem. Jadi kayak, teman gue bisa main, tapi gue ga bisa. Kayak terkungkung sekian lama yang membuat gue tempramental dan emosional ,” katanya.
Hal itu menurutnya menjadi pukulan berat dalam hidupnya hingga membuat dirinya sangat percaya tidak membutuhkan siapapun.
“Gue orang yang sangat percaya, apaun bisa gue lakuin sendiri tanpa orang lain,” lanjutnya. (*/Dinda)