FAKTA! Ayah Kang Dedi Diracun Mata-mata Belanda

Suara Denpasar

Jum'at, 16 Desember 2022 | 13:09 WIB
FAKTA! Ayah Kang Dedi Diracun Mata-mata Belanda
Dedi Mulyadi bersama Almarhum Ayah nya (YouTube)

Suara Denpasar - Sebagai anak bontot dari sembilan bersaudara ternyata tidak memudahkan Dedi Mulyadi menjalani kehidupan.

Sejak kecil dia harus banting tulang dalam kesederhanaan bersama keluarga besarnya. Hal tersebut terungkap dalam tayangan Kick Andy dengan bintang tamu mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut.

"Kini saatnya saya memperkenalkan anak yang dulu menjual es mambo dan jualan layang-layang. Pernah jadi tukang ojek, cari keong di sawah untuk makan dan kehidupan yang sangat memprihatinkan. Mari kita sambut Dedi Mulyadi," kata wartawan senior Andy F. Noya selalu host dikutip denpasar.suara.com dalam kanall YouTube 'wa uceng chanel', Jumat 16 Desember 2022.

"Kang Dedi Terima kasih ya Silakan duduk. Pekerjaan orang tua anda tentara?" tanya Andy F. Noya. "Terakhir tentara, ibu petani," jawab Kang Dedi sembari menjelaskan dirinya adalah anak kesembilan dari sembilan bersaudara. Sang ayah bernama Sahlin Ahmad Suryana sedangkan sang ibu adalah Karsiti.

Pada kesempatan itu Andy F. Noya juga bertanya soal kehidupan keluarga Kang Dedi. Di mana Kang Dedi harus banting tulang sejak kecil meski menjadi anak tentara.

"Sepintas saya baca riwayat hidup anda kok hidup anda lebih banyak dalam artian lebih banyak susahnya. Anak tentara kok hidupnya susah?" tanya Andy F. Noya keheranan.

"Ya, tentaranya kan sampai 28 tahun. Pangkatnya prajurit kader palang 3," ungkapnya.
Ahmad Suryana memang hanya saat berusia 28 tahun berhenti dan pensiun sebagai tentara.

Hal ini terjadi karena mengalami sakit akibat diracun oleh mata-mata kolonial Belanda. Jadi, otomatis setelah itu penghasilan keluarga Kang Dedi berasal dari kerja serabutan yang dilakukan sang ayah dibantu ibunya yang hanya seorang petani.

Sang ayah sempat bekerja di perkebunan, tapi akhirnya juga memilih berhenti karena kejujurannya.

baca juga

Sebab, sang ayah tidak mau ikut ajakan teman-temannya yang menilap dan menjual pupuk milik perkebunan. "Dberhentikan oleh teman-temannya karena jujur.

Ya, karena diajakin kerjasama jual pupuk. Dia nggak mau di perkebunan nggak mau, dia lebih baik berhenti," paparnya yang disambut tepuk tangan penonton. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Acara Seperti Apa yang Akan Diisi oleh Deddy Corbuzier, Hingga Rela Tinggalkan Youtube Demi Kembali Televisi

Acara Seperti Apa yang Akan Diisi oleh Deddy Corbuzier, Hingga Rela Tinggalkan Youtube Demi Kembali Televisi

Denpasar | Jum'at, 16 Desember 2022 | 12:06 WIB

Nah Loh! Konten Kang Dedi Mulyadi Soal Rumah Yessy: Membantu atau Membuat Malu?

Nah Loh! Konten Kang Dedi Mulyadi Soal Rumah Yessy: Membantu atau Membuat Malu?

Denpasar | Jum'at, 16 Desember 2022 | 11:34 WIB

Kang Dedi Keluarkan Jurus Tarik Ulur Layangan, Neng Anne Terombang-ambing

Kang Dedi Keluarkan Jurus Tarik Ulur Layangan, Neng Anne Terombang-ambing

Denpasar | Jum'at, 16 Desember 2022 | 11:29 WIB

Terkini

Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri

Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri

Bali | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:02 WIB

Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar

Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar

Sulsel | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:51 WIB

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:42 WIB

4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas

4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas

Jogja | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:37 WIB

5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli

5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:35 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan

Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:32 WIB

Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'

Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:20 WIB

Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?

Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:10 WIB

Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat

Grace Natalie Pamer Kaos Jokowi Berjaket PSI, Isyarat Gabung Makin Kuat

Surakarta | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:09 WIB