Suara Denpasar - Nama Dedi Mulyadi hingga saat ini masih menjadi perbincangan publik pasca dirinya digugat cerai oleh Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika atau Ambu Anne.
Kini, lelaki yang kerap disapa Kang Dedi itu semakin rajin dalam membuat konten di akun YouTube pribadinya, yakni @Kang Dedi Mulyadi.
Tak jarang konten-konten yang dibuat oleh Dedi Mulyadi ini menuai berbagai komentar dari warganet, salah satunya konten tentang Yessy, wanita yang batal nikah dengan Ryan Dono yang sedang viral.
Pada saat Kang Dedi membuat konten tentang rumah Yessy, sosok netizen yang mengaku seorang pengamat perilaku, bernama Lutfi mengomentari hal tersebut.
Menurutnya, konten tersebut menimbulkan pertanyaan bahwa sebenarnya Kang Dedi itu membantu atau malah mempermalukan Yessy.
"Sebenarnya, Kang Dedi Mulyadi itu membantu atau justru membuat malu Yessy dan keluarganya?" ujarnya.
"Banyak yang memprotes aksi Kang Dedi saat berkunjung ke rumah keluarga Yessy, dimana di sana Kang Dedi ini masuk hampir ke seluruh sudut ruangan dengan mengekspos kondisi ruangan tersebut secara detail," paparnya.
Ia mengatakan bahwa Kang Dedi juga memberikan nasehat kepada Yessy dengan nada lantang.
"Bahkan beliau memberikan nasehat dengan lantang kepada Yessy, sang pemilik rumah," ucapnya.
"Ini membuat malu atau membantu?" lanjutnya.
Lantas, ia pun menjelaskan bagaimana harusnya seorang tamu ketika bertamu ke rumah seseorang.
"Secara adat filsafat Jawa, tamu itu ya harus ada di ruang tamu memberikan rasa hormat dan respect kepada pemilik rumah, bercakap yang baik dengan sudut pandang yang baik," jelasnya.
"Walaupun Kang Dedi ini berniat baik, akan membantu Yessy dan keluarganya ya tetap tidak harus seperti ini. Yang seperti ini harusnya disimpan Kang Dedi, jangan dijadikan konten youtube," sambungnya.
Ia mengaku sebagai pengamat perilaku, dirinya menyayangkan perbuatan Kang Dedi Mulyadi.
"Sebagai pengamat perilaku, saya menyayangkan. Karena secara intelektual, secara wawasan, jabatan, pengalaman, Kang Dedi sudah cukup matang untuk memilah memilih dan mencari angle yang tepat dalam membuat konten," paparnya.***