Suara Denpasar - Dedi Mulyadi atau biasa disapa Kang Dedi memang sosok fenomenal dalam dunia perpolitikan di Purwakarta.
Usianya baru kepala dua saat menjadi anggota DPRD dan pada usia 30 tahun menjadi wakil Bupati Purwakarta.
Kepada Andy F. Noya yang tiada lain host Kick Andy, dia mengaku sempat tidak percaya diri saat menjabat orang nomer dua di Purwakarta.
"Usia saya saat itu masih terlalu muda," demikian kata Kang Dedi dalam acara Kick Andy yang dikutip denpasar.suara.com, Sabtu 16 Desember 2022.
Dia juga bercerita hampir tiga perempat dari peraturan pemerintah saat dirinya menjabat anggota DPRD merupakan sumbangsih wakil rakyat.
Kang Dedi juga mengatakan dirinya menjadi anggota dewan dengan modal atau hasil dari berjualan beras. "Jam 5 pagi saya sudah ada di kantor untuk menuangkan gagasan dan pemikiran," terangnya.
Paling berkesan saat menjadi anggota dewan adalah ketika dirinya di demo sekitar 20 ribu orang dan dia hadapi sediri. Kini, para pendemo itu sebagian besar menjadi kawan-kawannya.
Lantas bagaimana Kang Dedi bisa menjadi bupati? Sesuai pesan rekannya bahwa sekritis apapun seseorang tentu tidak bisa menuangkan ide dan gagasannya jika belum menjadi kepala daerah.
Dari sini akhirnya Kang Dedi memberanikan diri untuk maju sebagai calon bupati Purwakarta melawan Incumbent atau bupati sebelumnya pada tahun 2008.
Baca Juga: Niat Kang Dedi Jadi Tentara Gagal karena Kurang Gizi, Kuliah Nggak Makan Tiga Hari
Modalnya cuma Rp 500 ribu yang ada di dalam dompet untuk daftar ke KPU. Namun, hasilnya mengejutkan banyak pihak.
Dedi Mulyadi berhasil menang. Begitu juga di periode kedua, dia kembali keluar sebagai bupati Purwakarta terpilih.
"Apakah pernah terpikirkan Dedi Mulyadi kecil untuk menjadi orang nomer satu di Purwakarta?" tanya Andy. F Noya.
Kang Dedi mengaku saat kecil dirinya memiliki pengalaman unik. Tepatnya saat masih SMA, ketika itu sang kakek meninggal dan dirinya memang dikenal suka memakai pakaian putih-putih.
"Saat saya lewat (orang-orang) bilang, maaf ya ini bupati mau lewat," ingat Kang Dedi. Ini juga mungkin menjadi pertanda dirinya akhirnya bisa menjadi bupati Purwakarta selama dua periode. ***