Suara Denpasar - Denpasar Festival XV tahun 2022 telah dibuka oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara pada Rabu, (21/12/2022).
Denfest tahun ini mengangkat tema Tejarasmi: Cahaya Keindahan. Akan berlangsung selama 5 hari yaitu dari 21-25 Desember 2022 yang berpusat di Kawasan Heritage Gajah Mada Denpasar.
Dari sekian tarian-tarian yang dipentaskan, salah satu tarian yang mendapat kepercayaan Pemkot Denpasar untuk tampil pada pembukaan Denfest 2022 adalah tarian Tejarasmi.
Para penari dengan lihai dan kompak menampilkan gerakan inagurasi kolosal tarian Tejarasmi.
Tarian Tejarasmi adalah sebuah tarian yang bermakna sunar (sinar/cahaya) bagi manusia sehingga manusia bisa keluar dari situasi kegelapan. Tarian Tejarasmi adalah sebuah perwujudan peninggalan budaya Bali seperti arca yang dikoreografikan dalam bentuk tarian.
Hal tersebut dijelaskan oleh coach inagurasi kolosal tarian Tejarasmi yaitu, Pande Putu Kevin.
"Tarian ini mengisahkan tentang sunar (sinar/cahaya) jadi peninggalan kita berupa arca, berupa budaya yang kita punya di kota Denpasar ini adalah sebuah sunar di kota Denpasar yang menerangi kita yang membuat kita bisa bertahan sampai saat ini," ucap Putu Kevin didampingi asisten koreografer Kadek Adi Pranata.
Selain itu, Putu Kevin mengatakan peninggalan seperti arca dan budayalah yang membuat Denpasar bisa dikenal luas di seluruh dunia.
"Jadi itu yang membuat kita terkenal di Bali karena budaya dan seninya. Jadi itu yang harus kita lestarikan dalam bentuk apapun, salah satunya bisa dikoreografikan dalam bentuk tarian seperti yang telah kami lakukan yaitu mengimplementasikannya melalui tarian Tejarasmi," jelas pria muda bertalenta itu kepada Suara Denpasar.
Baca Juga: Cara Jokowi Tanggapi Isu 3 Periode Dibandingkan dengan SBY: Perbedaannya Sangat Jauh
Sementara, Made Ayu Putri Dwijayanti, yang merupakan salah satu penari mengaku senang bisa tampil dalam acara pembukaan Denpasar Festival XV 2022. Hal tersebut karena inagurasi kolosal tarian Tejarasmi menampilkan banyak adegan yang dikoreografikan.
"Senang, tapi lebih kek seru karena banyak adegan yang dibawakan seperti tari pengasapan, habis itu gerakan kerakyatan."
"Dari awal pas pengasapan itu muka kita harus datar gitu, terus pas masuk tarian kerakyatan kita harus senyum bahagia menunjukan ekspresi gembira. Terus pas tarian arca kita harus menunjukan sikap kita kayak orang primitif, pandangan kita harus benar-benar tajam, itu susah sih harus benar-benar berani," ungkap perempuan yang akrab dipanggil Ade. (Rizal/*)