Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 05 Februari 2026 | 10:34 WIB
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Komisi X DPR akan panggil Mendikdasmen bahas ledakan bom molotov siswa SMP.
  • Pengawasan orang tua dan guru sangat penting cegah radikalisasi di lingkungan sekolah.
  • Pelaku diduga terpapar konten kekerasan serta menjadi korban perundungan di sekolahnya.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menaruh perhatian serius terhadap insiden ledakan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/2/2026). Mirisnya, terduga pelaku merupakan siswa aktif kelas IX di sekolah tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Lalu menyatakan bahwa Komisi X akan segera memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) untuk membahas penanganan radikalisme di lingkungan sekolah.

"Ini menjadi perhatian serius Komisi X. InsyaAllah dalam waktu dekat sebelum masa reses, kami akan mengundang Mendikdasmen untuk membahas masalah ini secara mendalam," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Lalu mengungkapkan bahwa meskipun pemerintah telah berulang kali merumuskan solusi, kasus siswa yang terpapar aksi kekerasan atau radikalisme tetap berulang. Ia menyebut peristiwa ini sebagai "alarm" keras bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

"Kita harus cari di mana letak kesalahannya sehingga ini terus berulang. Di saat negara sedang menata berbagai persoalan, ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan siswa sebagai eksekutor tindakan radikal," tegasnya.

Ia pun menekankan pentingnya sinergi pengawasan antara orang tua, guru, dan masyarakat. Menurutnya, kerentanan siswa sekolah menjadi celah bagi pihak tertentu untuk menanamkan pemahaman ekstrem.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku tak lama setelah insiden terjadi. Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, mengonfirmasi status pelaku sebagai siswa sekolah tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan pelaku memiliki ketertarikan kuat terhadap konten kekerasan dan tergabung dalam komunitas TCC. Kondisi psikologis pelaku disinyalir semakin tidak stabil akibat pengalaman perundungan (bullying) yang dialaminya di lingkungan sekolah.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan

Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:02 WIB

Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX

Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:56 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ungkap Data: Banyak Anggota Dewan Lulusan Paket C

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ungkap Data: Banyak Anggota Dewan Lulusan Paket C

News | Senin, 26 Januari 2026 | 15:47 WIB

Terkini

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:06 WIB

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:51 WIB

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 08:48 WIB

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:42 WIB

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:41 WIB

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 08:29 WIB

×