Dewi ini pada saat dijumpai ada di bawah pohon taru menyan yang merupakan sumber bau harum yang dicari selama ini.
Anak sulung dari Dalem Solo ini pun meminta izin untuk menikahi wanita itu kepada kakak dari sang dewi.
Singkat cerita, keduanya sudah melangsungkan pernikahan dan tempat yang mereka tempati selama itu berkembang menjadi kerajaan.
Kekhawatiran pun muncul, mereka takut tempat tersebut diserang orang luar yang terhipnotis akan bau harum dari pohon taru menyan tersebut.
Sehingga diputuskan untuk menghilangkan bau semerbak itu dengan cara jasad orang meninggal diletakkan di atas tanah tanpa penguburan atau dikebumikan dan dibiarkan membusuk di udara terbuka.
Dari sejak itu, Desa Trunyan tidak lagi mengeluarkan bau semerbak yang mencuri perhatian, namun sebaliknya jenazah-jenazah penduduk yang dibiarkan membusuk di udara terbuka di daerah pemakaman sema Wayah tidak mengeluarkan bau tak sedap. (Rizal/*)