Suara Denpasar – Kendati sudah terkenal Kang Dedi Mulyadi tetap merendah dalam hidupnya. Yang unik dan menarik lagi adalah soal jumlah pengikut dan subrice dari Kang Dedi Mulyadi terus bertambah setiap harinya.
Sekedar diketahui ada dua YouTube milik Kang Dedi Mulyadi. Yakni Kang Dedi Mulyadi Channel dan Lembur Pakuan Channel.
Hasil dari kedua YouTube ini cukup fantastis penghasilan Kang Dedi Mulyadi Channel, diperkirakan mencapai 8.400 sampai 134,5 ribu dollar AS dalam 30 hari terakhir, atau 104,3 ribu-1,7 juta dollar AS dalam setahun terakhir.
Apabila dirupiahkan dengan asumsi 1 dolar AS setara Rp15 ribu, maka pengasilan dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel mencapai antara Rp126 juta – 2,01 miliar per bulan.
Dalam setahun menurut Social Blade, penghasilan Kang Dedi Mulyadi dari Youtube mencapai Rp1,56 miliar hingga Rp25,5 miliar. Itu baru satu channel YouTube saja. Belum lagi Lembur Pakuan Channel.
Menariknya meski salah satu kanal YouTubenya yakni Kang Dedi Mulyadi Channel menembus subrice 4,05 juta saat ini.
Dedi Mulyadi mengaku YouTube saat ini tembus diangka 4 juta. “Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh subriceber yang rela menjadi pengikut YouTube saya,” ungkap Kang Dedi seperti dikutip dari Kanal YouTube miiliknya yang tayang 4 Desember lalu.
Diakuinya, hasil YouTube ini bukan hanya bermanfaat baginya. Tetapi juga menjadi supporting untuk berbagai hal yang Kang Dedi alami mulai dari bisa membantu warga yang membutuhkan maupun saat-saat dirinya menghadapi berbagai tangga kehidupan yang ada cinta didalamnya.
“Jadi banyak subrice bukan hanya menjadi manfaat bagi saya. Tetapi bermanfaat bagi kepentingan kemanusian, sosial dan bermanfaat bagi kerukunan kehidupan umat manusia,” pungkasnya.
Baca Juga: Menginspirasi Avatar 2, Suku Bajo Darimana? Penduduknya Mampu Menyelam Lama Tanpa Oksigen
Seperti diberitakan prahara rumah tangga Kang Dedi Mulyadi dengan Ambu Anne Ratna Mustika belum ada titik terang untuk rujuk (damai), meski telah bergulir di Pengadilan Agama Purwakarta. Anne ratna melayangkan gugatan cerai kepada Kang Dedi Mulyadi dengan alasan tak diberikan nafkah hingga KDRT psikis***