Suara Denpasar - Bali United sukses membekuk PSIS Semarang pekan ke-17 hari Kamis (22/12) malam di Stadion Manahan Solo dengan skor 0-3. Penyerang sayap Bali United, Muhammad Rahmat menjadi pilar penting dalam meraih kemenangan tersebut.
Rahmat sukses membobol gawang Mahesa Jenar pada menit ke-12 dan 19 sebelum disempurnakan oleh Privat Mbarga di babak kedua. Bali United pun kini bertenger di posisi 3 dalam klasmen Liga 1 BRI. Lalu siapa Rahmat ini?
Muhammad Rahmat lahir di Takalar, Sulawesi Selatan, pada 28 Mei 1988. Dia merupakan produk asli dari PSM Makassar.
Rahmat adalah produk binaan PSM Praligina pada 2006-2009. Dia pertama kali berkostum PSM Makassar senior pada musim 2010.
Setelah bermain di tim usia muda PSM tahun 2008 hingga 2009, pada tahun 2010 Rahmat kemudian dipanggil oleh pelatih Hanafing untuk memperkuat tim senior PSM sebagai penyerang.
Bersama tim Juku Eja, Rahmat mengalami berbagai macam pasang surut keadaan. Meski begitu, dia tetap setia bermain untuk PSM.
Ambil contoh saat PSM lebih memilih bermain di IPL, saat sepak bola Indonesia terjadi dualisme organisasi. Meski bermain di kompetisi yang saat itu adalah tandingan ISL, Rahmat tak pergi meninggalkan PSM.
Rahmat tercatat pernah membawa PSM menjadi kampiun Piala Indonesia 2018-19 dan menembus Piala AFC 2019 zona ASEAN.
Setelah 10 tahun lamanya membela PSM dan mencetak 37 gol dari 181 penampilan, Rahmat memutuskan hengkang ke Bali United pada 2020.
Baca Juga: Aremania Kecewa Berat, Dirut LIB Akhmad Hadian Lukita Bebas Dari Tahanan
Bersama Bali United di musim 2021/22, Rahmat tampil impresif dengan mencetak 4 gol dan 1 assist dari 22 penampilan di Liga 1.
Rahmat juga berkontribusi membawa Bali United menyabet gelar juara Liga 1. Ini merupakan gelar liga pertama buat Rahmat.
Usai laga pamungkas menutup putaran pertama itu, Rahmat mengungkapkan rahasia di balik kesuksesan Bali United kembali pada jalur kemenangan.
Seperti yang diketahui pada dua laga terakhir, pasukan Stefano Cugurra ini meraih hasil minor dari Borneo FC Samarinda dan PSS Sleman.
"Yang pastinya kita semua tahu dua laga terakhir tim ini mengalami hasil kurang bagus. Kami pun sudah melakukan evaluasi diikuti intruksi dari tim pelatih," ujar Rahmat.
Motivasi itu datang ketika laga semalam adalah menutup putaran pertama dalam kompetisi musim ini.