Suara Denpasar - Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) tingkat okupansi hotel meningkat di Pulau Bali mencapai 80 hingga 100 persen.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dari Dinas Pariwisata (Dispar) Bali, Ida Ayu Indah mengatakan untuk liburan Nataru tingkat okupansi hotel meningkat dan mencapai 80 hingga 100 persen.
Ia menerangkan, tingkat okupansi hotel yang meningkat adalah hotel berbintang yang berada di wilayah Ubud, Sanur, Kuta dan Nusa Dua.
"Kalau di seputaran Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Ubud, itu 80 sampai 100 persen peningkatannya atau okupansi. Itu hotel yang berbintang," kata Ayu, saat dihubungi, Senin (26/12).
Ia juga menjelaskan, soal peningkatan tingkat okupansi hotel. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Bulan Oktober 2022, untuk tingkat okupansi hotel berbintang masih di sekitaran 46 persen dan saat ini sudah mencapai 80 hingga 100 persen.
Peningkatan okupasi hotel tidak hanya terjadi di hotel berbintang tapi di hotel non bintang, seperti home stay dan lainnya juga meningkat sekitar 30 persen. Dari data BPS okupansi hotel non bintang di Bulan Oktober 2022 mencapai 26 persen.
"Hotel non berbintang dari BPS itu per Oktober 2022, itu 26 persen dan sekarang bisa mencapai sampai 30 persen, termasuk home stay," ujarnya.
Sementara, untuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, selama periode momen Nataru, tercatat sudah melayani ratusan ribu penumpang dari penerbangan domestik maupun internasional.
Handy Heryudhitiawan selaku General Manager Angkasa Pura I, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menyampaikan, di periode Nataru sejak tanggal 19 hingga 25 Desember 2022, sudah melayani sebanyak 395.919 penumpang,"Dengan rata-rata kami melayani 56.560 penumpang per hari," ujar Handy.
Baca Juga: BMKG, Tahun Baru di Bali Berpotensi Hujan
Ia menyebutkan, Selama Posko Nataru di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, untuk jumlah kedatangan tertinggi domestik itu pada tanggal 23 Desember 2022, sebanyak 17.768 penumpang dan untuk kedatangan internasional tertinggi pada tanggal 24 Desember 2022 dengan jumlah 15.630 penumpang.
Kemudian, untuk lalu lintas penerbangan selama periode Nataru di tahun ini mengalami peningkatan bila dibandingkan pada waktu normal.
"Sebanyak kurang lebih 15 persen untuk domestik dan 8 persen untuk internasional.
Kedatangan domestik paling banyak berasal dari Jakarta yaitu Bandara Soekarno Hatta, dengan rata-rata 47 pernerbangan per hari. Sedangkan, penerbangan internasional terbanyak berasal dari Singapura dengan rata-rata 11 pernerbangan per hari," ujarnya. (*)