Sebelum akhirnya 'nyawer' sepuluh lembar uang kertas berwarna merah.
Dengan ekspresi datar, nenek yang sehari-hari menggembala kambing itu menerimanya.
Setelah kewajibannya dituntaskan, emak langsung memegang pinggang menuju tempat duduknya kembali.
"Kunaon, emak teh nyeri cangkeng (kenapa, ibu sakit pinggang)?" tanya Dedi Mulyadi sambil terbengong. (Rizal/*)