Suara Denpasar- Masa bakti Ketua Umum PSSI yang sekarang yakni Mochamad Iriawan atau biasa disebut Iwan Bule bakal habis pada 16 Februari 2023 mendatang.
Pasalnya akibat tragedi Kanjuruhan yang menewaskan hampir 140 suporter Aremania, FIFA memberikan peringatan untuk segera melakukan KLB (Konferensi Luar Biasa) PSSI.
Sebenarnya Mochamad Irawan atau Iwan Bule bakal menjadi ketua Umum PSSI sampai Desember 2023, apabila tragedi sepakbola terbesar di Indonesia itu tidak terjadi.
Setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan, publik sepakbola Indonesia meminta adanya perubahan dalam sistem kepengurusan PSSI di bawah naungan Iwan Bule.
Akhirnya Iwan Bule menerima permintaan tersebut dan meminta saran kepada FIFA sebagai induk sepakbola dunia untuk adanya perubahan pada kepengurusan PSSI, sehingga disahkan KLB PSSI pada 16 Februari 2023 mendatang.
Sebelum memulai KLB PSSI, PSSI harus segera melakukan Konferensi Biasa PSSI untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding PSSI pada 14 Januari 2023.
Disinggung maju lagi atau tidak, Iwan Bule belum bisa menjawab. Perlu diketahui bahwa Iwan Bule juga masih memiliki hak untuk maju lagi sebagai Ketum PSSI periode mendatang.
Dikutip dari Instagram @bolaindonesia, Ketua Umum PSSI menyampaikan didepan para pemain Timnas Indonesia, Rabu (11/01/2023) dirinya masih belum tahu bakal maju atau tidak dalam bursa calon Ketua Umum PSSI tersebut.
"Dalam kongres nanti saya bisa maju atau bisa juga tidak untuk menjadi ketua umum PSSI. Jika saya tidak maju, kalian tetap anak saya," ucap Iwan Bule kepada para pemain timnas Indonesia.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama dan Film D.O Kyungsoo, Terbaru Jadi Jaksa Pembuat Onar!
Iwan Bule juga menambahkan bahwa apabila dirinya tidak maju lagi menjadi Ketum PSSI, maka dirinya tetap berkomitmen untuk mencintai Sepakbola Indonesia.
Iwan Bule akan terus mendoakan yang terbaik untuk timnas Indonesia meskipun sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketum PSSI.
Perlu diketahui bahwa sejauh ini ada tiga calon Ketua Umum yang masuk bursa untuk menggantikan Iwan Bule, yakni Erick Thohir, Achsanul Qosasih, dan Ketua DPRD RI La Nyalla Mattalitti. (*/Dinda)