Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi pasang badan untuk guru di SMPN 4 Darangdan, Kabupaten Purwakarta yang dipolisikan orang tua siswa dan diminta uang damai Rp50 juta. Guru itu dilaporkan ke polisi karena memukul siswa yang membuly siswi disabilitas.
Kang Dedi Mulyadi pun mendatangi SMPN 4 Darangdan, Purwakarta, tempat peristiwa itu terjadi. Dia pun bertemu dengan kepala sekolah. Namun sang kepala sekolah tidak tahu persis peristiwanya, karena dia baru seminggu jadi kepala sekolah di SMPN 4 Darangdan.
Kang Dedi Mulyadi pun diajak masuk ke sekolah dan bertemu dengan guru yang dilaporkan ke polisi. Guru itu adalah Yoyos, guru perempuan yang merangkap sebagai wakil kepala sekolah bagian kesiswaan.
Sebelum bertemu guru Yoyos, Kang Dedi bertemu dengan Humas bernama Iyos. Pak Iyos ini menjelaskan peristiwa ini berawal dari adanya siswi kelas VII (kelas 1 SMP) bernama Regina yang menangis histeris di ruang kelas.
“Regina menjerit-jerit. Akhirnya saya dan guru-guru mendatangi kelas. Dan dievakuasi ke ruang guru,” kata Iyos, dalam tayangan di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, dikutip Suara Denpasar, Jumat (13/1/2023).
Setelah diinterogasi oleh guru, diketahui bahwa Regina di-bully tiga siswa, teman sekelasnya. Perundungan itu berupa pernyataan kalau tangannya seperti itu maka diamputasi saja. Kebetulan, Regina adalah anak disabilitas, yakni mengalami cacat pada tangannya sejak lahir.
Akhirnya, ketiga siswa yang membully Regina dipanggil. Saat dipanggil di ruang guru itu lah mereka awalnya tidak mengaku, dan akan kabur.
Sehingga bu guru Yoyos spontan mengambil gagang sapu ijuk dan memukul salah satu anak yang mau kabur itu dua kali.
Di ruangan itu Kang Dedi akhirnya bertemu dengan bu guru Yoyos dan Regina. Diketahui, ayah dari Regina berangkat ke Arab Saudi. Sedangkan ibunya di rumah mengalami sakit komplikasi, salah satuya penyakit ginjal sehingga haarus melakukan cuci darah (hemodialisa) secara rutin.
Regina mengaku sering dibully agar tangannya diamputasi. Karena terlalu sering, akhirnya dia tidak kuat dengan bully-an itu dan menangis dan menjerit.
“Capek,” kata Regina.
Bu Yoyos pun menjelaskan, saat itu Regina menangis dan mengaku sakit hat dibully demikian. Bahkan, Regina menyatakan ingin bunuh diri saja.
Nah, saat itu, siswa lelaki yang membully saat diinterogasi awalnya berkelit, tidak mengaku. Kemudian siswa itu akan kabur. Sehingga Bu Yoyos refleks memukul menggunakan bekas gagang sapu ijuk.
“Cicing heula (diam dulu),” kata Bu Yoyos kala itu kemudian memukul siswa yang akan kabur.
Sehari kemudian bapak dari siswa itu datang. Menanyakan kenapa anaknya dipukul. Setelah itu akan ke lurah. Karena lurah tidak ada, akhirnya dilaporkan ke polisi.
Dari keterangan Bu Yoyos, ternyata siswa yang dipukul itu tinggal bersama neneknya dari ibunya. Sebab, ibu dan ayahnya sudah bercerai. Kemudian ibunya jadi TKW di Arab Saudi. Sedangkan ayahnya kawin, dan tinggal di tempat lain.
“Jadi itu anak yang butuh perhatian karena kehilangan kasih sayang (ortu),” kata Kang Dedi.
Bu Yoyos pun mengaku sudah diperiksa polisi. Akibat perkara ini Bu Yoyos sempat tidak bisa menyusui bayinya karena emosinya terganggu.
Walau demikian, sempat dimediasi oleh seseorang yang mengaku wartawan mewakili sang ayah dari siswa yang membully itu. Kemudian meminta uang damai.
“Beliau minta Rp50 juta. Saya tidak sanggup,” katanya.
Kang Dedi Mulyadi pun menyatakan Bu Yoyos tidak salah. Apalagi yang dia lakukan dalam posisi mendidik siswa.
“Ibu tenang aja. Kan ibu melakukan Langkah itu kan unsurnya pendidikan, bukan penganiayaan. Nanti ibu tenang aja, nggak usah berpikir apa saja. Saya dampingi. Saya akan damping ibu sampai tuntas. Dan saya yakin polisi tidak akan memproses ini lebih lanjut. Dalam pandangan saya karena ini unsurnya pendidikan,” papar Dedi Mulyadi.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga sempat bertemu dengan siswa yang orang tuanya melaporkan bu guru Yoyos. Anak itu pun dipertemukan dengan Regina dan ajak untuk saling minta maaf dan memaafkan.
"Orang yang hebat adalah yang bisa memaafkan. Karena yang paling berat adalah memaafkan," kata Kang Dedi kepada Regina. Akhirnya dua siswa itu bersalaman.
Tayangan ini masih akan ada kelanjutannya. Dedi Mulyadi berencana menemui pihak-pihak yang terkait untuk mengawal kasus bu guru Yoyos. Ikuti kelanjutannya. (*)