Suara Denpasar – Anggota DPR RI Dedi Mulyadi akhirnya memenuhi janjinya akan pasang badan untuk guru SMPN 4 Darangdan, Purwakarta, bernama Yoyos yang dilaporkan ke polisi karena memukul salah satu siswa. Dia menemui orang tua siswa yang melaporkan guru Yoyos ke Polsek Darangdan.
“Hari ini kita menuju Kampung Cigebang, Desa Sukamaju (Kecamatan Sukatani) menemui orang tuanya anak yang membully Regina,” kata Kang Dedi Mulyadi dalam Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (16/1/2023).
Mantan bupati Purwakarta ini ingin masalah laporan ke polisi selesai. Dia juga berharap agar laporan dicabut.
“Kalau dia ngotot, kita juga akan mengambil langkah hukum lain (dugaan pemerasan),” kata dia.
Setelah beberapa kali bertanya ke warga, akhirnya Kang Dedi Mulyadi mendapat petunjuk. Dia menelusuri sebuah gang, hingga menemukan rumah orang tua yang melaporkan guru Yoyos. Rumah itu ada di tengah sawah.
Ayah siswa yang melaporkan guru Yoyos ke polisi itu bernama Asep Gunawan alias Asep Bajing. Dia adalah ayah dari siswa berinisial W. Mereka berdua pun duduk di teras rumah.
Dedi Mulyadi langsung menyampaikan maksudnya membicarakan soal laporan ke polisi terkait guru yang memukul anak.
"Saya datang ke sini itu kan kebetulan itu guru, Pak. Kemudian lagi menyusui. Dan guru yang membina anak bapak. Dan anak bapak saya lihat sudah sekolah baik lagi,” kata Dedi Mulyadi.
Asep Gunawan hanya terdiam dan mengangguk-angguk. Dia tak bicara sepatah kata pun.
“Saya ke sini mau berunding ke bapak. Kalau bisa sih laporannya dicabut,” kata Dedi.
Kepada Dedi Mulyadi, Asep mengaku telah melapor ke polisi karena anaknya dipukuli. Setidaknya ada lima bekas pukulan di tubuhnya dan sudah divisum.
“Seperti bekas dikerok, Pak,” jelas Asep Gunawan.
Kala itu, Asep memang datang ke sekolah dan menanyakan ke guru yang memukul anaknya. Saat itu, dia meminta diselesaikan di kantor desa.
“Kata gurunya ayo dah di mana-mana juga,” kata Asep merasa tertantang kala itu, sehingga dia lapor ke Polsek.
Asep mengakui, anaknya itu tinggal bersama neneknya. Yakni ibu dari mantan istrinya. Saat ini mantan istrinya jadi TKW di Arab Saudi. Sedangkan Asep tinggal bersama istri barunya.
“Saya lihat anaknya kurang perhatian,” kata Dedi.
Kang Dedi Mulyadi kembali mengajak untuk berdamai saja. Mencabut laporan. Lagi pula tidak baik mempidanakan guru yang mendidik anaknya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi pun bercerita soal Regina, anak yang dibully W. Dia menyatakan kasihan kondisi Regina yang seorang anak disabilitas, ibunya buta karena melahirkan saat memiliki komplikasi penyakit gula darah tinggi dan ginjal. Bahkan, dalam kondisi buta, ibunya harus cuci darah dua kali dalam seminggu.
“Bapak kalau lihat kehidupannya, gak kuat. Saya aja nggak kuat. Berat banget. Dan anaknya juga stres. Tapi sekarang sudah mulai baik, dan anaknya sudah saya urus,” terang Dedi.
Dalam kondisi ibunya sakit-sakitan, ayah Regina kawin lagi dan tinggal dengan istri barunya. Sehingga saat ini Regina dijadikan anak angkat Dedi Mulyadi. Dedi juga menanggung kehidupan keluarga ibu dari Regina ini.
“Makanya saya ke sini agar masalah itu selesai. Dan saya minta ke bapak agar nyabut laporan itu,” katanya lagi.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi pun menanyakan apakah benar ada permintaan uang damai Rp50 juta. Ditanya begitu, dia terlihat kaget. Awalnya menunduk langsung menengok ke Kang Dedi.
“Nggak ada,” aku Asep.
Dedi Mulyadi sempat menanyakan apakah ada saudaranya, bernama Pak Hoer, yang di Darangdan, mengurus perkara ini. Kemudian meminta tolong ke wartawan, diduga wartawan abal-abal, untuk nego uang damai Rp50 juta. Asep teguh menyatakan tidak pernah minta uang damai.
Suami bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika ini pun menawarkan diri menjadi penengah kalau Asep mau berdamai. Bertemu dengan semua pihak.
Akan tetapi, apabila Asep Gunawan tetap terus, Dedi Mulyadi menyatakan akan terus dampingi guru yang dilaporkan ke polisi.
Asep pun menyatakan akan berembuk dengan keluarganya dulu. Dia menjanjikan akan bertemu Senin sore (16/1/2023). Artinya, saat video ini tayang, sebetulnya sudah ada pertemuan dengan keluarga Asep Gunawan.
Dari tayangan itu ternyata Dedi Mulyadi melanjutkan perjalanan mencari Pak Hoer, ke rumahnya. Namun, dia gagal bertemu dengan Pak Hoer karena sedang ke Karawang. Dia hanya bertemu dengan istri Pak Hoer, Iis yang merupakan seorang guru honorer di SD. (*)