Suara Denpasar - Gubernur Jawa Barat disebut otomatis menjadi kader Partai Golkar. Dengan demikian, Ridwan Kamil akan separtai dengan Dedi Mulyadi, rivalnya dalam Pilkada Jabar 2018 silam.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurul Arifin pun menyatakan bahwa klaim Ridwan Kamil masuk Partai Golkar sebagai hal yang masuk akal.
Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 Dave Laksono mengatakan, Ridwan Kamil sebetulnya sudah menjadi kader Golkar lewat Kosgoro. Ridwan Kamil sendiri baru-baru ini menjadi masuk organisasi Kosgoro.
"Pernyataan Dave (Laksono) itu masuk akal, ya, kan? Karena Kosgoro itu ormas pendiri Partai Golkar," papar Nurul Arifin kepada wartawan usai diskusi "Capres 2024 dan Cita-Citanya untuk Indonesia" di Jakarta, Sabtu (14/1/2023).
Menurut Nurul Arifin, jika seseorang sudah masuk dalam ormasnya, maka secara otomatis dia masuk dalam Partai Golkar.
"Kalau sudah masuk ormasnya, seharusnya otomatis dia sudah menjadi masuk ke Partai Golkar," imbuhnya.
Walau begitu, Nurul Arifin mengakui secara legal hingga kini Ridwan Kamil belum menjadi kader Golkar. Pihaknya pun masih menunggu masuknya Ridwan Kamil ke Golkar secara resmi.
"Kami menunggulah," katanya.
Akan tetapi, Nurul mengaku belum tahu pesis mengapa Ridwan Kamil belum diumumkan secara resmi menjadi kader Golkar. Dia pun berencana menanyakan dulu ke Ridwan Kamil.
Baca Juga: Pemilu 2024 Selesai! Jika Anies Baswedan Pilih Luhut Binsar Pandjaitan Jadi Cawapres
"Kalau kami sih welcome banget dan menunggu sekali," kata Nurul.
Sebelumnya, Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Dave Laksono menyebut bahwa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menjadi salah satu penasihan Kosgoro. Dengan demikian, Ridwan Kamil pun secara otomatis menjadi kader Partai Golkar.
"Sudah masuk Golkar lewat Kosgoro, tinggal sekarang masalah penempatan beliau dan nanti akan diumumkan pada waktunya oleh ketua," ujar Dave Laksono di Kantor PPK Kosgoro 1957, Jakarta, Jumat (13/1/2023).
Dia menjelaskan, untuk resminya Ridwan Kamil masuk Golkar, akan ada proses dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang mengumumkan sendiri.
Soal kartu tanda anggota, hingga soal apakah Ridwan Kamil menjadi salah satu calon presiden (capres) yang diusung Partai Golkar, dia menyatakan itu juga akan diumumkan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
"Itu kembali ke Pak Airlangga, biar beliau yang mengumumkan," ujar anggota Komisi I DPR RI ini.